Indonesia Sebagai Mercusuar Dunia, Sebuah Keniscayaan

Spread the love

BataraNews.comIndonesia adalah sebuah Negara yang amat sangat kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), tanah yang sangat subur, dikelilingi lautan yang kaya dengan biota laut, letak yang sangat strategis, Matahari yang bersinar sepanjang masa, seharusnya Indonesia menjadi Negara Super Kaya, dan cita – cita Para Bapak Bangsa ingin menjadikan Indonesia sebagai Mercusuar Dunia bukanlah hanya sekedar mimpi.

Namun sungguh ironis, kendati telah 73 tahun merdeka, Negara Indonesia belum juga bisa terbebas dari sebutan Negara Dunia ke Tiga (sebutan halus untuk negara – negara miskin).
Bandingkan dengan Singapura, Negara kecil yang tidak mempunyai sumber daya sedikitpun, dapat menjadi Negara yang makmur, hanya karena mempunyai letak strategis. Bahkan hanya dalam tempo 15 tahun Lee Kwan Yeuw dapat membuat Singapura menjadi Negara termakmur se Asia Tenggara.

Ketika membahas tentang problematika bangsa ini, pada hakekatnya kita sedang berbicara tentang Umat Islam, karena memang mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.
Maka suka atau tidak suka bila ingin membenahi Indonesia harus terlebih dahulu membenahi umat Islam dan tentunya harus menggunakan Islam sebagai alat untuk memperbaikinya.
Kita tidak perlu menyalahkan orang lain, para penguasa, elite politik atau juga bangsa asing sebagai sumber malapetaka.

Sesungguhnya kemiskinan, ketertinggalan dan bahkan keterpurukan Negara yang berjuluk Zamrud Khatulistiwa ini justru terjadi karena penyakit dalam diri kita sendiri.

Setidaknya terdapat 5 (lima) mental barrier untuk Indonesia menjadi MERCUSUAR DUNIA. Adapun kelima mental penghalang tersebut antara lain :
1. Pemahaman Islam yang tidak comprehensive,
2. Pandangan yang salah tentang larangan untuk menjadi kaya pada Agama, golongan, sekte, mazhab tertentu,
3. Moral yang rusak hingga mencapai titik nadhir, KKN sudah membudaya, kejujuran, amanah, disiplin, kepedulian pada sesama dan bahkan rasa nasionalisme telah lenyap,
4. Terdapat mental minder dan kurang percaya diri hampir pada segenap anak bangsa akibat dijajah bangsa asing selama 350 tahun,
5. Akibat salah system pendidikan, maka setelah lulus sekolah atau meraih gelar sarjana cenderung mencari pekerjaan, tidak memiliki jiwa wiraswasta dan keinginan berwirausaha atau menciptakan lapangan kerja.

Strategi pembenahan bangsa ini pertama dan utama yang harus dilakukan adalah pembenahan sikap pandang, attitude dan moral anak bangsa melalui pendidikan agama yang bersih dan benar.

Tanpa pembenahan akhlaq dan mind set dari bangsa ini jangan berharap dapat merobah Indonesia menjadi lebih baik. Karena sebaik apapun konsep tidak akan berjalan selama manusianya tidak mendukung dengan akhlaq yang mulia, semangat yang membara dan keyakinan yang bulat akan keberhasilan. Sehingga terjadi revolusi moral. Yang berarti juga pernyataan perang terhadap kemiskinan. Karena hampir bisa dipastikan, bahwa segala kejahatan berawal dari kemiskinan (moral dan harta).

Diperlukan sebuah kegiatan perekonomian terpadu, yang terencana, massive, systemic, digarap serius dan segera, dengan tidak menimbulkan permusuhan, benturan dan merugikan pihak manapun juga.

Perlu segera diadakan kegiatan pembangunan perekonomian yang bertujuan mengangkat harkat derajat manusia menjadi Insan sejahtera, mandiri dan amanah, dengan tidak memandang organisasi, lembaga, partai, suku, bangsa, ras, mazhab dan bahkan tidak memandang perbedaan agama.

Gerakan damai ini tentunya tidak akan melukai hati dan mengganggu orang-orang yang bersih, kecuali orang yang benar-benar jahat. WaLlahu alam (NUR HIDAYAT ASSEGAF*)

*Penulis adalah Mantan Tahanan Politik Kasus TALANGSARI LAMPUNG