Indonesia Termasuk Waktu Puasa Tercepat di Dunia

Spread the love

BataraNews.com, Jakarta- Bagi umat Muslim, kedatangan bulan Puasa merupakan suatu waktu yang sangat dirindukan. Selama sebulan penuh kita dituntut untuk menahan segala hawa nafsu, termasuk menahan lapar dan menjauhkan perut kita dari belaian makanan ketika siang hari. Namun, seperti yang kita ketahui, poros perputaran bumi dalam orbitnya mengelilingi matahari tidaklah lurus, melainkan miring.

Hal ini menyebabkan pada periode waktu tertentu (Maret – September), negara-negara di belahan bumi utara menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di selatan. Dan di waktu yang lain (Oktober – Februari), negara-negara di belahan bumi selatan menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di utara. Hal ini mengakibatkan perbedaan waktu siang dan malam di beberapa negara di dunia. Berikut ini adalah negara-negara dengan durasi waktu puasa yang paling cepat di dunia alias paling singkat waktu di siang harinya:

Chile

Last but not least, negara dengan puasa tercepat jatuh kepada Chile. Negara yang terletak di Amerika Selatan ini total berpuasa selama 9 jam dan 12 menit. Imsak di Chile jatuh pada pukul 05:31 pagi, dan mereka berbuka puasa pada pukul 15.00.

Durasi waktu puasa seharusnya bukan menjadi beban untuk seorang muslim sejati. Kita harus sadar bahwa Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan. Hendaknya kita bersyukur telah dipertemukan dengannya dan mengisi setiap detik yang berlalu dengan ibadah.

Casey Station, Antartika

Antartika, mendengar daerah ini, pasti banyak dari kalian yang bertanya “Memang di sana ada muslim?” Jangan salah. Di daerah ini penduduknya beberapa merupakan muslim. Jadwal imsaknya sendiri yaitu pukul 06:30 pagi (Sudah seperti sarapan pagi di Indonesia ya) dan berbuka puasa pada pukul 15:48 sore hari. Total kesuluruhan durasi waktu berpuasa mereka adalah 9 jam 18 menit.

Meskipun tergolong pendek, dengan suhu yang sangat dingin biasanya akan membuat bibir cepat kering. Kalian yang pernah mendaki gunung dan berada di ketinggian tertentu pasti tahu hal ini.

Argentina

Argentina merupakan negara yang terletak di Amerika Latin dengan ibu Kota Buenos Aires. Masyarakat muslim di negara ini akan menjalankan puasa dengan durasi sekitar 9 jam dan 37 menit atau sepertiga hari. Meskipun jumlah masyarakat muslim di sini tergolong minoritas, namun warga nonmuslim Argentina sangat menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Australia Barat

Negara tetangga kita ini bisa dibilang puasanya hanya setengah hari kurang satu menit, yaitu 11 jam 59 menit. Restoran-restoran halal banyak ditemukan di kawasan Sydney Road, yang menjadi kawasan hunian banyak imigran dari Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam. Beberapa muslim di Australia mengaku tidak terlalu banyak tantangan, karena waktu bepuasa sangat pendek, ditambah lagi puasa kali ini akan jatuh pada musim dingin.

Kepulauan Komoro

Kepulauan Komoro, pasti banyak dari kalian baru tahu jika bumi kita punya daerah ini. Terdengar asing di telinga, tetapi budaya Arab dan Islam sangat melekat di Kepulauan Komoro. Bahasa Arab sendiri menjadi salah satu bahasa resmi dari tiga bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Komoro, Arab, dan Perancis.

Kepulauan Komoro terletak di Selat Mozambik, sebelah barat Laut Madagaskar dan sebelah timur benua Afrika. Kepulauan ini masih merupakan wilayah dari negara jazirah Arab. Adapun waktu puasa di Kepulauan Komoro hanya setengah hari saja, yakni sekitar 12 jam dan 31 menit.

Indonesia

Rata-rata daerah di Indonesia memiliki durasi waktu puasa yang hampir sama di setiap tempat, yaitu 13 jam 3 menit. Yang membedakannya hanya jam imsak dan buka puasa, karena terbitnya matahari berbeda di setiap tempat. Karenanya, kita memiliki tiga zona waktu yang berbeda yaitu WIB, WITA, WIT. Kita berada di urutan enam, termasuk ke dalam sepuluh besar. Tetapi dalam praktiknya, banyak dari masyarakat kita yang mengeluh dengan durasi waktu puasa di negara ini.

Arab Saudi

Selama 14 jam 30 menit adalah waktu puasa untuk negara ini. Mungkin sebagian dari kalian yang hidup di Indonesia akan berpikir jika waktu tersebut masih tergolong lama, tetapi jika dibandingkan dengan negara lain, waktu tersebut masih tergolong pendek.

Terlebih lagi Arab Saudi merupakan tanah tempat lahir dan tumbuh kembangnya generasi Islam terawal, melalui Rasulullah saw. dan para sahabat, waktu yang sedemikian terasa akan sangat cepat berlalu. Ramadan adalah tamu istimewa dan banyak masyarakat negara ini ingin berlama-lama dengannya.