Sam Aliano, Erdogan-nya Indonesia

Spread the love

BataraNews.com, Jakarta-Kini, Indonesia tengah memasuki tahun politik, ini terlihat dari sejumlah baliho bergambar calon presiden yang terpampang di sejumlah titik Ibu Kota. Ya, figur-figur capres dan cawapres kian bermunculan jelang Pilpres 2019 dan menawarkan visi misinya kepadamasyarakat. Salah satu yang cukup menarik publik adalah nama Sam Aliano yang berjanji akan membebaskanIndonesia dari utang yang nilainya mencapai sekitar Rp 9.000 triliun dan menawarkan umrah gratis per satu orang. Lalu siapakah Sam Aliano?.

Bagi sebagian orang nama Sam Aliano belum terlalu sering didengar di ranah politik, hal ini lantaran dirinya berlatarbelakang sebagai seorang pengusaha. Pria kelahiran 19 Juli 1974 ini merupakan pengusaha berkebangsaan Indonesia keturunan Turki. Dirinya menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia.

 

Menarik untuk lebih mengenal sosok pengusaha muda ini, berikut delapan fakta terkait Aliano

  1. Bergabung di Organisasi

Pria kelahiran 19 Juli 1974 ini merupakan ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia. Selain itu, Sam Aliano juga menjabat sebagai Bendahara Umum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang JAPAR), Ormas bentukan Senator DKI Jakarta, Fahira Idris. Sam juga merupakan Pengurus Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

  1. Pemasangan Baliho

Sebelum mendeklarasikan diri sebagai capres 2019, baliho Sam Aliano sempat terpasang di beberapa titik di wilayah Ibu Kota.

  1. Membeberkan Sujumlah Janji

Meskipun sudah yakin akan mengikuti pilpres 2019, Sam belum mendapat dukungan resmi dari partai politik. Namun, Sam pun telah membeberkan sejumlah janji jika dirinya terpilih menjadi Presiden. “Saya mau menjadi Presiden.” “Janji saya menghapus utang Indonesia termasuk menggratiskan umrah untuk seluruh warga Indonesia yang memilih saya,” jelas Sam. Selain membuat Indonesia bebas hutang, Sam juga memiliki cita-cita untuk memberantas korupsi, rakyat sejahtera, sehingga terwujud Indonesia jaya.

  1. Melaporkan Ahok

Pada Februari 2017, Sam Aliano didukung pengacara Eggy Sudjana melaporkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke polisi. Ahok dilaporkan atas dugaan penghinaan Ketua Umum MUI, Maruf Amin dan isu penyadapan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebelumnya, Sam Aliano juga pernah melaporkan Ahok ke Bareskrim Polri pada 21 November 2016 lalu. Saat itu, dia melaporkan Ahok karena tersinggung atas ucapan Ahok yang menyebut peserta aksi 411 mendapat bayaran Rp 500 ribu. Namun, laporannya saat itu hanya bersumber pemberitaan di portal berita asing, ABC News.

     5. Berseteru dengan Nikira Mirzani

Tahun 2017 lalu, akun Twitter Nikita Mirzani pernah diretas orang, sehingga menuliskan kata-kata yang tidak pantas pada Gatot Nurmantyo, yang kala itu menjabat sebagai Jenderal TNI. Kala itu, Sam melaporkan Nikita ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar segera mencekalnya.

Namun ternyata, tuduhan pada Nikita tidak terbukti karena akunnya hanya diretas. Nikita kemudian balik melaporkan Sam ke polisi, atas tuduhan pelannggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasalnya, laporan Sam membuat beberapa kontrak kerja Nikita dibatalkan, sehingga mengalami kerugian materi.

      6. Membuat Sayembara

Karangan bunga yang dikirim Sam kepada Setya Novanto di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dirusak orang misterius. Merasa tidak terima karena karangan bunga darinya rusak, Sam melakukan sayembara untuk mencari pelaku. Bagi siapa saja yang berhasil menangkap pelakunya, ia menjanjikan hadiah yang cukup fantastis yaitu uang senilai Rp 1 Miliar. Tak tanggung-tanggung, uang yang akan dijadikan hadiah itu juga telah ditunjukkan kepada publik dan awak media.