Iman Kristen Sangat Rawan di Era Digital Eription

Spread the love

Oleh: Yochanan Ar Rashid, Muallaf, eks Pendeta

Batarnews.com, Jakarta- Di Era digital ini Now, akan banyak iman orang orang muda kristen yang akan rontok, karena Kitab Injil sebagai pegangan mereka ternyata tidak di design untuk mengikuti perkembangan kemajuan technology di setiap pergantian zaman dan setiap pergantian abad. Mereka akan memilih menjadi atheis atau memilih hijrah ke iman Islam. Mengapa demikian, karena majority content of the Bible berbicara Sejarah Pelayanan Yesus (Yeshua) selama 3,5 tahun yang hanya terfokus kepada Umat Yahudi, mengajar-kan Torah Moze berdasarkan “Halaqah Yeshua.” Selebihnya Bible hanya menulis tentang beberapa mujizat dan beberapa perbuatan ajaib Yeshua (Yesus), agar bangsa Yahudi menjadi percaya bahwa Yeshua (Yesus) memang diutus oleh Allah Yang Echad, untuk datang hanya kepada mereka.

Bible mencatat bahwa puncak pelayannya, Yeshua mengajar-kan kedua hukum kasih kepada Bangsa Yahudi dengan didahului oleh “Shema Yisrael” atau Syahadat Yahudi tentang “The Only One Allah” yang harus disembah. Selebihnya hanya catatan catatan yang paralel yang juga ditulis oleh para Penulis Penulis yang lain selain Matius dan Yohanes. Semua isi Kitab Injil tidak menceritakan hal hal kemajuan peradaban manusia yang akan datang, kecuali hanya tulisan tulisan yang bersifat Nubuatan. Kitab Bible tidak menulis tentang tata cara atau tata kelola hubungan antar sesama manusia, atau tata kelola bernegara dan berbangsa, berkeadilan dalam berorganisasi, dan lain-lainnya, dalam mencapai tujuan tujuan kebaikan bagi kemaslahatan orang-orang banyak.

Sedangkan orang orang yang percaya Injil atau Bible, tidak pernah diajarkan tentang bagaimana manusia itu seharusnya dapat berbuat dan dapat memberi rakhmat kepada alam semesta ini, kepada tumbuh tumbuhan yang hidup, dan kepada sesama umat manusia. Kitab Bible atau Injil hanya cocok dan hanya sesuai untuk keagamaan manusia kristen yang hidup pada peradaban 1.800 tahun yang lampau. Bagi orang orang kristen yang hidup di zaman sekarang, maka dapat dipastikan mereka akan menghadapi pertentangan yang bertolak belakang dengan Logika Sehat mereka sendiri, kecuali mereka terpaksa membutakan pikiran sehat mereka sendiri.

Oleh karena itu, dalam menghadapi tantangan tantangan perubahan peradaban di era digital ini ( tantangan era “digital eruption” ini), maka hanya Ajaran Al Qur’an Ul Karim dengan Islam-nya yang adalah sebagai satu satunya Agama yang benar disisi Allah SWT. yang dapat menjawab dan yang dapat memberikan solusi solusi terhadap problem2 sosial kemanusiaan, problem2 disharmoni keluarga, dan problem2 lainnya di zaman sekarang ini.

Dengan beriman hanya kepada Allah huwallahu ahad dan dengan berpijak kepada Ajaran Al Qur’an Ul Karim, maka hidayah-Nya akan selalu menuntun manusia itu untuk dimampukan menjadi orang yg bermanfaat bagi sesama umat dan bagi sesama manusia disegala zaman. Orang orang muda dan bahkan dewasa di bangsa Eropa sudah banyak yang rontok iman kristennya, sejak awal abad ke 21 ini, karena mereka tidak mau lagi di ajaran ajaran Kitab Bible atau Injil yang sudah sangat outdated hampir 1.800 tahun yang lampau.

Kecerdasan pikiran mereka menuntun kecerdasan rohani mereka untuk hijrah ke ajaran Al Qur’an dan Hadits nya, yang berujung mereka memeluk Islam sebagai agama mereka. Lalu kemudian, apa yang salah dengan kitab Bible atau Injil? Saya sebagai seorang muallaf dari alumnus Nasraya Yerushalayim meyakini, bahwa Canon Kitab Bible atau Injil sudah sangat menyalahi kehendak Allah.

Allah Yang Ahad menurunkan Firman-Nya menjadi kitab ke agamaan bagi Umat-Nya, hanya kepada kedua Anak Cucu dari Abraham (Ibrahim), yaitu: Torah kepada Bangsa Yahudi keturunan Yitzaq melalui Moze, dan Kitab Al Qur’an Ul Karim kepada Bangsa Arab keturunan Yismail melalui Rasulullah Muhammad SAW.

Torah hanya khusus untuk Bangsa Yisrael (tidak boleh diajar kan kepada bangsa bangsa lain), dan sedangkan Al Qur’an diciptakan selain untuk bangsa Arab, tetapi juga dibolehkan diajarkan kepada bangsa bangsa atas kesediaan mereka dengan ikhlas tanpa paksaan.

Kemudian bagaimana dengan Bible atau Injil ?

Inilah tulisan tulisan para rasul Yeshua (Isa Almasih) yang mengisahkan tentang pelayanan Yeshua selama 3,5 tahun dibumi yang telah dirampok oleh Penguasa Yunani dan dipaksa di jadikan Canon Bible (Injil) atau di kanonkan menjadi Alkitab untuk konsumsi per-ibadahan Sekte Kristen dan Katholik. Mereka kaum Katholik dan Kaum Kristen tidak memilili “Authoritas Ilahi.” karena banyak Tradisi- tradisi Suci dan Larangan-larangan Allah yang sengaja dilanggar dengan terlebih dahulu merubah isi Kitab firman Allah yang tidak sesuai dengan Budaya Yunani (Budaya Paganisme) kemudian dibuang. Ke Allahan Yang Echad dirubah menjadi Ke Allah TriNitas. Pengampunan- Dosa menjadi kebiasaan yang mudah dilakukan oleh manusia. Masuk Sorga menjadi gratis. Doktrin Keselamatan setiap jiwa menjadi ajaran yang menyesatkan. Dan masih banyak lagi.

Banyak orang orang Cerdik Cendikiawan Kristen di Eropa dan Amerika Serikat kemudian menjadi Sadar rohani, lalu exodus dari komunitas agama kristen dan masuk menjadi pemeluk agama Islam. Bagaimana dengan di NKRI yang kita cintai ini ? Perlu ada strategi baru di samping lewat media Kristologi agar banyak orang orang kafir disadar kan terutama generasi potensial anak anak bangsa NKRI. Semoga hidayah Allah SWT. tetap turun atas bangsa kita digenerasi digital ini menyapa mereka yang belum mengenal Islam yang Rakhmatan Lil Alamin.