Upaya Melupakan Sejarah

Spread the love

Oleh:  Al Ustadz Ja’far Umar Thalib

BataraNews.com, Jakarta– Saudara Roberto Dona Doni, anda tampaknya sedang melayang-layang di alam analisa politik yang kosong. Bila anda turun di alam nyata, anda akan tahu bahwa Laskar Jihad Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dengan pertolongan Allah dan hidayah serta taufiqNya telah menjadi sebab terbesar dihentikannya aksi tentara salib membantai Ummat Islam di Maluku dan Maluku Utara serta Poso Sulawesi Tengah.

Dengan berbagai kekurangannya, Laskar Jihad Ahlus Sunnah Wal Jama’ah  telah memobilisasi perlawanan Ummat Islam di daerah-daerah pembantaian Ummat Islam itu. Dengan menggencarkan da’wah Salafiyah yang berasaskan IKHLASUL IBADAH LILLAHI WAHDAH (yakni mengikhlaskan ibadah untuk Allah semata) di daerah-daerah pembantaian itu, Ummat Islam setempat bangkit semangat Jihadnya untuk melawan kebengisan tentara salib di sana. Sehingga dengan barakah Jihad Fi Sabilillah, Ummat Muslim di sana melakukan swiping jimat, swiping dukun setan, dan perjuangan untuk menegakkan shalat berjama’ah lima waktu di masjid-masjid serta menggencarkan pembekalan ummat Islam dengan ilmu dari Al Qur’an dan As Sunnah.

Maka yang semula Umat Muslim itu selalu dihantui oleh bayangan kehebatan persenjataan dan kepiawaiyan tentara salib dalam berperang, Umat Muslim berubah menjadi sangat percaya diri dalam menghadapi dan menyerang balik tentara salib, karena Ummat Islam telah bangkit semangat bertauhidnya dan bangkit pula semangat tawakkalnya kepada Allah dan juga bangkit keyakinannya kepada pertolongan Allah bagi hambaNya yang berjihad Fi Sabilillah.

Dengan sebab perubahan mental Ummat Islam yang begitu hebat, tentara salib diobrak-abrik oleh kekuatan Ummat Islam di daerah-daerah pembantaian itu dan barulah para pendeta pimpinan tentara salib itu berteriak mengemis meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mendamaikan mereka dengan Muslimin , yang semula ajakan pemerintah untuk mendamaikan mereka dengan Muslimin ditolak mantah-mentah oleh tentara salib itu.

Namun semua perjuangan kami selama dua tahun enam bulan di Maluku dan sekitarnya dan kemudian di Poso (dengan korban dari kami, yaitu 172 murid kami tewas dalam berbagai pertempuran, semoga mereka mati sebagai syuhada’, dan ratusan lagi yang luka dan cacat seumur hidup), semua itu diupayakan untuk diabaikan oleh orang-orang kafir, dan kalangan munafiqin liberalis, dan kakangan hizbiyyin takfiriyyin. Seperti Dr. George Adi Condro (kristen) yang menyebut dalam bukunya berjudul GURITA CIKEAS, bahwa Laskar Jihad bisa berkiprah di Ambon, karena berlindung dibawah ketiaknya Prabowo Subianto dan karena dibantu oleh Presiden SBY sebesar satu miliar rupiah.

Juga Dr. Nurhaidi Hasan (Liberalis) dalam bukunya berjudul LASKAR JIHAD (disertasi Phd di Universitas Utrecht Belanda), menyebut bahwa Laskar Jihad itu adalah ambisi global pemerintah Saudi Arabia dalam melancarkan Wahabisasi ummah dan kemudian dibantu senjata dan amunisi oleh kalangan militer untuk kepentingan politik keamanan. Juga ormas MMI yang waktu itu dikomandoi oleh Abu Bakar Ba’syir (tokoh takfiri hizbi), menyatakan dalam majalah yang mereka terbitkan bernama RISALAH MUJAHIDIN dalam tiga edisi berturut-turut, bahwa JA’FAR UMAR THALIB DAN LASKAR JIHAD adalah dibentuk oleh operasi intelijen BIN (Badan Intelijen Negara) dan kemudian disewa oleh DENSUS 88 untuk menipu Ummat Islam.

Dan kata majalah ini, Laskar Jihad di Ambon dan di Poso kerjaannya hanya mejeng di mol-mol kota dan kalau ada serangan terhadap kaum Muslimin mereka sembunyi. Dan masih banyak lagi dari omongan-omongan serupa yang targetnya ialah meniadakan sejarah perjuangan Laskar Jihad Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dari kiprah sejarah Ummat Islam Indonesia. Dan bagi kami, Alhamdulillah semua kedustaan mereka ini tidak menjadi perhitungan langkah perjuangan kami, karena Jihad Fi Sabilillah itu untuk mencapai ridho Allah walaupun seluruh manusia tidak mengakuinya