RR Kritik Kinerja BUMN yang Merugi

Spread the love

BataraNews.com, Jakarta– Bekas Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengklaim memiliki solusi mengatasi masalah utang pemerintah. Setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban utang ini. Dia juga mengkritisi kinerja sejumlah BUMN merugi di tengah banyaknya proyek yang dikerjakan belakangan ini.

Menurut Rizal, langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan menerapkan sistem debt to nature swap terhadap utang Indonesia. Sistem ini berupa pembatalan utang dalam pertukaran dengan komitmen atas mobilisasi sumber daya domestik untuk pelestarian lingkungan. “Semua setuju untuk memotong utang Indonesia ratusan juta dolar. Nanti 2019 kita akan lakukan hal yang sama debt to nature swap sama Eropa, Kanada. Bukan dengan Amerika, karena Amerika tidak tertarik. Saya yakin kita bisa dapat pemotongan utang minimum US$ 10 million,” ujarnya dalam Forum Dialog HIPMI di Jakarta, akhir pekan lalu.

Langkah kedua dengan menukar utang yang bunganya mahal dengan utang dengan bunga yang lebih murah.‎ Hal ini pernah Rizal Ramli lakukan saat menjabat sebagai Menkeu pada 2001. “Kami tukar bunga utang mahal dengan bunga utang murah sama Kuwait. Karena Menteri Keuangannya datang pada kami, bilang tolong saya, saya dikritik terus oleh parlemen Kuwait karena utang Indonesia tidak kelar-kelar. Bisa tidak dibayar dulu, supaya kami tidak dikritik, nanti kami kasih lagi utang baru dengan bunga lebih murah. Ini kan hanya loan swap dari utang mahal ke utang murah,” ujarnya.

Dia menuturkan, jika beban utang ini bisa diatasi, dana yang dimiliki pemerintah bisa dialokasikan ke pos lain yang lebih bermanfaat, seperti untuk pembangunan infrastruktur. ‎”Jadi banyak cara untuk mengelola utang secara inovatif dan kreatif yang mampu mengurangi beban. Kebayang sekarang saja Rp 450 triliun, infrastruktur sudah ramai. Bagaimana kalau cicilan utang bisa kita kurangi, Rp 100 triliun, tambahin ke infrastruktur, pasti lebih heboh lagi,” ujarnya.

Selain itu, Rizal menyoroti masalah pengelolaan sejumlah BUMN yang mengalami kerugian dan kinerja turun. Padahal, selama ini banyak BUMN yang mendapatkan jatah untuk menggarap proyek-proyek pembangunan infrastruktur. Menurut dia, langkah pemerintah dalam menggenjot pembangunan infrastruktur harus diapresiasi. Namun ada masalah-masalah yang juga harus dibenani dari proses pembangunan tersebut. ‎”Dalam bidang infrastruktur, kita harus fair kasih pujian ke pemerintah. Tapi bahwa dalam pelaksanaannya ada masalah. Pertama, cost-nya mahal. Kedua, di kasih kerjaannya sama BUMN,” ‎ ujarnya.

Namun sayangnya, menurut dia, meski sudah mendapatkan proyek, namun masih banyak BUMN karya yang keuntungannya justru merosot. “Di BUMN sudah pasti dapat kerjaan, pembiayaan dari negara, utangnya makin banyak, kreativitas BUMN-nya malah makin menurun. Jadi harusnya kerjaan ada, volume kerjaan naik, keuntungan naik. Ini malah delosor.‎ Terutama itu yang dipimpin oleh preskom (presiden komisaris) Fajroel Rachman,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Rizal menyatakan niatnya maju sebagai calon presiden (capres) pada masa pemilihan presiden (pilpres) 2019. Bahkan, pria berumur 63 tahun ini telah memiliki agenda jika dirinya terpilih menjadi Presiden RI periode 2019-2024.

Rizal mengatakan, jika dirinya menjadi presiden, ada tiga hal penting yang akan dilakukan. Pertama, menangkap 100 orang yang dinilai merugikan negara seperti koruptor dan memasukkan ke dalam penjara di Pulau Malaria. “Nanti 2019, kami akan melakukan 3 hal penting. Satu, nangkap 100 orang paling brengsek di indonesia, kita akan kirim ke Pulau Malaria. Indonesia harus ada shock therapy dulu. Di Bulog saya kasih shock therapy dulu, setelah itu kita benahi sistemnya. Banyak teman-teman akademis bilang benahi sistemnya begitu-begitu. Tapi kalau orangnya tidak di-shock therapy, tetap saja,” tutur dia.

Kedua, akan merevisi Undang-Undang (UU) tentang Partai Politik (Parpol). Revisi ini diharapkan membuat orang-orang di dalam Parpol bebas dari praktik korupsi. “Kedua, kita harus ubah UU Parpol, supaya seluruhnya dibiayai negara. Jadi parpol tinggal cetak kader yang bagus,” ujarnya. Ketiga, Rizal juga berjanji untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional minimal sebesar 10% per tahun. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan sektor usaha, serta menurunkan tingkat pengangguran.