Tak Hanya Masakan Lezat, Dekorasi dan Live Music pun Menjadi Andalan

Spread the love

BataraNews.com, Jakarta– Dekat dengan Stasiun Gandarian, anda dapat menikmati tempat ini. Dari depan, kita sudah dapat menilai, restaurant apakah ini? Setelah masuk, kita akan disapa oleh penjaga-penjagnya yang ramah. Dengan alunan musik Arab, suasana yang sejuk membuat kita nyaman di sana.“Kita memperkenalkan masyarakat untuk Arabic food melalui restaurant ini, ungkap Amanda Maharani, PR Manager, Al Jazeerah Signature kepada BataraNews.comRestaurant yang berlokasi di Jalan Johar No 8, Menteng, Jakarta Pusat, dapat dikatakan memberikan pelajaran untuk lidah kita akan masakan Timur Tengah. Keunggulan restaurant ini adalah nasi mandi kambing, briani, dan kabsha. ” Tapi rasanya yang membedakan,” tandas Amanda dengan percaya diri. Desainnya pun tak kalah. Dengan desain Arabic, tempat ini sangatlah cocok untuk anda yang ingin bersantai. 

Lantai satu, ada shisha dan meeting room. Lantai dua yaitu dinning room, untuk para keluarga. Sementara lantai empat, function hall, live music, dan juga untuk pernikahan, gathering, manasik. Sedangkan lantai lima itu, outdoor, dan di sini anak muda banyak yang hadir. Untuk bulan Ramadhan, tegas Amanda, kita juga menyiapkan buffet seharga Rp 250.000 all in.  

Ternyata, Al Jazeerah Signature bukan hanya menyiapkan Arabic food tapi juga masakan Indonesia, Eropa. Ketika reporter kami ingin menuju kamar mandi, tanpa sengaja, ia berbicara dengan salah satu orang pengunjung yang kebetulan berasal dari USA. Ia sedang asik menikmati shisha. ” Good…good,” tandasnya.

Di sini, Arabic burger menjadi andalan yang sudah dimodifikasi dengan ala Timur Tengah. ” Alhamdulillah, banyak yang mencoba,” tandasnya.

Kompetitor pun dianggap sebagai acuan untuk menjadi yang terbaik. Menurutnya hal yang paling sulit itu adalah mempertahankan konsisten, agar pelanggan datang kembali untuk menikamati hidangan. Karenanya, inovasi menjadi titik tumpu restataurant ini. Menurut Amanda, sisi positif Arabic food, adalah orang Indonesia itu pemberani. Maksudnya, mereka tidak akan segan-segan mencoba segala sesuatu, termasuk makanan.

Di era globalisasi, hal itu sangatlah penting menbantu.” Kita ada social media yang kita mainkan, ungkap Amanda. Alhamdulillah, hasilnya pun terlihat. Pelanggan kita kita rata-rata berumur 31-40 tahun. Di umur tersebut, ungkap Amanda orang biasanya mengambil keputusan. Bukan hanya itu, restaurant ini juga merasa kedatangan tamu-tanu western yang kesni mulai dari kedutaan dan ekspatriat. “Kita mempertahankan mutu. “Kambingnya saja ditarik dengan sendok pun bisa,” ungkap Amanda sambil tertawa. Untuk prosepek kuliner di Indonesia, Amanda mengatakan bagus dan harus ditingkatkan. Di akhir pembicaraan, Amanda menyampailan, “Oiya…akhir tahun ini, kita akan membangun cabang di Bali tepatnya di daeraha Seminyak, doakan, ya….”.

Kepada pembaca, selamat berkunjung dan menikmati hidangan.(Fahad Thalib)