azki 26/04/2018 8:33 AM
Spread the love

BataraNews.com – Mahasiswa Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta sesalkan pihak rumah sakit Syarif Hidayatullah (mitra UIN Jakarta) atas penutupan cek kesehatan dan berbayar bagi mahasiswa peserta KKN (kuliah kerja nyata) UIN Jakarta 2018.(25/4)

Nur Cholish Hasan, Mahasiswa fakultas ushuluddin yang juga merupakan peserta KKN UIN Jakarta 2018 menyayangkan kebijakan ini karna setelah datang ke RS tersebut bersama temannya dan menerima penjelasan dari pihak RS, untuk cek kesehatan sebagai persyaratan KKN dikenakan biaya sebesar Rp. 55.000 untuk mahasiswa UIN Jakarta sendiri.

“kami datang dua kali hari selasa kemarin ke rumah sakit UIN Jakarta dan mendengar penjelasan dari pihak rumah sakit bahwa cek kesehatan untuk persyaratan KKN sudah ditutup sampai batas yg tidak ditentukan, kata pihak rumah sakit bisa untuk persyaratan KKN tapi bayar 55 ribu, nanti ditujukan ke dokter umum” tuturnya saat ditemui,  Rabu (25/4)

Ia juga sangat kecewa dengan kebijakan ini, karna merasa hak dirinya sebagai mahasiswa UIN Jakarta sudah dikebiri dengan tidak bisa menikmati fasilitas kampus sendiri.

“Saya sudah kecewa melihat hal semacam ini, RS inikan mitra dan fasilitas kampus, saya sebagai mahasiswa UIN Jakarta berhak menikmati fasilitas ini secara gratis ko malah diminta bayar 55 ribu. Apa itu wajar buat cek kesehatan doang ?”

Hal senada juga disampaikan Ade Pradiansyah, pihak rumah sakit mengarahkan untuk konfirmasi ke pihak akademik terlebih dahulu.

“Saya datang ke akademik tapi tapi dari pihak akademik mengarahkan ke PPM (pusat pengabdian masyarakat) yang berwenang dalam urusan KKN” ungkap Ade yang juga mahasiswa fakultas ushuluddin.

Setelah Ia datang ke PPM dan menerima kejalasan bahwa pihak PPM memang tidak mewajibkan dari RS UIN Jakarta dan tidak memfasilitasi tempat cek kesehatan bagi peserta KKN 2018 karna tidak ada dana anggaran untuk itu.

“Pihak PPM tidak tahu soal rumah sakit, katanya PPM tidak menyediakan karna pihak rumah sakit meminta dana dari PPM” Ujarnya.

Lanjut Cholish, ini bukan permasalahan dipihak PPM hanya saja iyah mempermasalahkan pihak rumah sakit kenapa cuma cek kesehatan untuk KKN yang berbayar.

“Katanya untuk urusan lain bisa dan gratis, padahal sama ke dokter umum bukan spesialis. Saya pernah cek kesehatan juga ga di periksa beneran cuma diukur berat sama tinggi badan doang. Kalo masalahnya KKN membludak yang periksa, kesehatan kan bukan buat sekarang tapi sebelum pemberangkatan, khawatir saya periksa sekarang tapi besok sakit, sedangkan KKN masih masih 2 bulan lagi” pungkas Cholish.