BataraNews.com, Jakarta– Rizal Ramli menyatakan minatnya menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang. Ia menilai, dalam dunia politik, segala hal sangat mungkin terjadi. Termasuk dirinya jadi cawapres mantan menantu Presiden Soeharto itu.

Demikian diungkap Rizal Ramli usai bertemu dengan Ketua Tim Pemilihan Cawapres untuk Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno, di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/). Kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, Rizal menyumbang pemikirannya soal strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi ibu kota. Tentu saja mereka juga membahas isu politik Pilpres 2019.

Usai pertemuan dengan Sandi, wartawan menanyakan Rizal soal kemungkinannya menjadi pendamping Prabowo dan dijawabnya dengan diplomatis. “Politik itu semua hal bisa terjadi. Yang penting kita berhubungan baik,” “Seperti tokoh-tokoh bangsa kita dulu, baik antara semua mereka,” kata mantan Kepala Bulog ini. Yang pasti sampai saat ini, lanjut Rizal, ia memiliki hubungan yang baik dengan Prabowo Subianto. “Saya dan Mas Bowo itu teman dekat, suka ketemu,” ungkapnya. Sementara, Sandi sendiri mengungkapkan dirinya mendapat banyak masukan positif dari ekonom senior tersebut. Menurutnya, pemikiran ekonomi Rizal Ramli sangat cocok dengan platform Gerindra.

Ia juga mengungkapkan pertemuannya dengan mantan Menko Perekonomian dan Menko Maritim itu dalam rangka menyerap aspirasi tokoh bangsa. Dalam pertemuan itu, Sandi didampingi beberapa tokoh Gerindra seperti Muhammad Taufik yang menjabat Wakil Ketua DPRD DKI. “Salah satu yang lagi kami lakukan adalah menyerap aspirasi. Aspirasi Pak Rizal Ramli ini kena banget sama platform ekonomi yang akan kami bangun ke depan,” tutup Sandi.

Dalam kesempatan itu, Sandi menyebut Partai Gerindra maupun Rizal Ramli sama-sama bermaksud memperbaiki ekonomi bangsa dalam waktu segera. “Mereka (masyarakat) hidupnya semakin berat, daya beli semakin turun, harga meningkat, lapangan kerja susah didapat,” “Ini sama dengan apa yang diucapkan oleh Pak Rizal Ramli,” ujar Sandi yang juga Ketua Tim Pemenangan Pilpres Gerindra itu.

Menurut Sandi, dengan kondisi Indonesia saat ini, mau tidak mau harus segera dibenahi. Langkah awal yang paling pas membenahi negara adalah dengan mengalihkan kepemimpinan nasional dari tangan Joko Widodo. “Kami melihat pemerintahan yang sekarang kebijakannya itu tidak berpihak kepada rakyat,” “Jadi kami ingin pemerintah ke depan itu harus berpihak kepada rakyat,” tekan yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai itu.