Awal Perang Dunia III Dimulai?

Spread the love

BataraNews.com– Militer Amerika Serikat (AS) mulai melancarkan serangannya ke basis-basis militer Suriah di Ibu Kota Damaskus, Sabtu (14/4). Di media sosial, beredar gambar serta rekaman amatir yang menunjukkan banyak ledakan hebat di ibukota Suriah tersebut.

Sejumlah media asing meyakini ledakan tersebut berasal dari rudal-rudal jelajah AS yang ditembakkan dari kapal perang maupun kapal selam di perairan mediterania. Bersama Inggris dan Perancis, Amerika Serikat melancarkan serangan tersbeut.

Bersama Inggris dan Prancis, Amerika Serikat melancarkan serangan tersbeut. “Pernyataan oleh Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov tentang serangan di Suriah. Pemahaman terburuk telah menjadi kenyataan. Peringatan kami sudah tidak terdengar lagi. Sekali lagi, kami sedang diancam.

Kami memperingatkan bahwa tindakan semacam itu tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi. Semua tanggung jawab untuk mereka ada di Washington, London dan Paris. Menghina Presiden Rusia tidak dapat diterima dan tidak dapat ditolerir. Amerika Serikat – pemilik gudang senjata kimia terbesar – tidak memiliki hak moral untuk menyalahkan negara lain,” tulis akun Facebook Embassy of Russia in the USA.

Sebelumnya, Moskow menegaskan akan membalas setiap serangan Amerika Serikat yang ditujukan pada Suriah. Pasalnya, selama ini Suriah dikenal sebagai untuk sekutu Rusia di Timur Tengah. Respons keras dari Rusia ini bisa berarti akan mengakibatkan dua negara super power itu terlibat peperangan terbuka. Dengan senjata pemusnah massal yang dimiliki keduanya, peperangan AS dan Rusia tentulah bukan kabar baik bagi masa depan dunia.