BataraNews- Salah satu faktor pecahnya Republik Indonesia  adalah dengan bersatunya para “ Mafia Politik & Bisnis”. Siapakah mereka ?

Kronologi:

Tahun 2012,  para “Mafia Taipan” memasang seorang “Pion” pada Pilkada DKI Jakarta. Ribuan pencitraan  diluncurkan keseluruh penjuru media elektronik dan juga seantero media sosial mereka hantam dengan jutaan pencitraan “Sang Pion”. Hipnotis pencitraan pun sukses besar, rakyat mengambil simpati & harapan kepada “Sang Pion”. Para “Mafia” tersebut memenangkan pertarungan Pilkada 2012 & Pilpres 2014.

Pada tahun 2013, gelombang besar-besaran emigran (Baca: Invasi) Tiongkok telah dimulai hingga tahun 2018 yang tak pernah berhenti. Setiap emigran telah mempunya E-KTP yang dicetak sebelum keberangkatan mereka ke Indonesia. Mereka (Invasi Emigran Tiongkok) membanjiri segala aspek bursa kerja  di Indonesia di antaranya:

–           Buruh;

–           Nelayan;

–           Petani;

–           Cleaning Service;

–           Sopir;

–           Wiraswasta;

–           Vendor-vendor;

–           Perusahaan Lokal & Internasional.

Ratusan ton narkoba pun masuk Indonesia dengan leluasa tanpa pengawasan sejak 2013, namun 2 – 3 kali “IMPOR BERTON-TON NARKOBA” berhasil digagalkan BNN. Tapi BNN sudah sangat terlambat karena ratusan ton sebelumnya narkoba telah membanjiri dan merusak generasi muda Indonesia(2013-2016).

 

HRS & Para Tokoh Intelijen Membongkar Konspirasi Invasi Tiongkok:

Pada 2014, seorang Ulama Besar, HRS dan beberapa tokoh Intelijen berhasil membongkar konspirasi hancurkan RI oleh para “Mafia” tersebut sekaligus membongkar kebangkitan Komunis yang didukung oleh para “Mafia taipan”. Dalam setiap pidato & ceramahnya, HRS selalu membongkar “Konspirasi Jakat” hancurkan Republik Indonesia yang dilakukan para “Mafia Taipan”.

 

Upaya Pembungkaman:

Pembungkaman terhadap para pembuka rahasia konspirasi “OPERASI SILENT” Invasi besar-besaran pun dilakukan di antaranya tokoh Intelijen & Nasionalis pro rakyat (Kivlan Zein, Sri Bintang dll) ditangkap dengan tuduhan makar pada 2016;

  • Beberapa Ulama dan Penulis yang kritis di tangkap dengan “OPERASI KRIMINALISASI” yang dilakukan POLRI;
  • Tujuh (7) Kali upaya pembunuhan terhadap HRS selalu gagal sejak 2014 – 2017;
  • Pada Maret 2017, Upaya pembunuhan ke-7 berupa Bom Mobil menyasar HRS di   Cawang Jakarta Timur saat HRS melakukan Tabligh Akbar yang dihadiri ratusan ribu Umat Islam. Namun sekali lagi HRS gagal dalam upaya pembunuhan yang didalangi “MAFIA TAIPAN & KOMUNIS”
  • Hasil keputusan para Tokoh Intelijen pada Maret 2017 agar HRS diamankan dari “OPERASI PEMBUNUHAN” dan mengungsi ke Saudi Arabia sebagai antisipasi pembunuhan.
  • Persiapan Matang Invasi Besar-Besaran:

Sejak tahun 2015 sebagai pengalihan issue konspirasi “PECAH INDONESIA”, maka para “MAFIA & KOMUNIS” mem-BOOMINGkan slogan-slogan di antaranya:

  • Saya Pancasila;
  • Saya Indonesia;
  • NKRI Harga Mati;
  • Umat Islam Intoleran;
  • Umat Islam Perusak Kebhinekaan;
  • Seluruh Organisasi Islam Adalah Teroris;
  • Umat Islam Penebar HOAX.

Beberapa Institusi pemerintah mengincar seluruh aktivis & Organisasi Islam dengan memasukkan dalam daftar pembasmian teroris, Institusi tersebut di antaranya;

POLRI;

Densus 77;

BNPT.

Ketiga Institusi pemerintah tersebut telah menjadi “BODYGUARD” bagi Invasi besar-besaran Tiongkok ke Indonesia.

 

Ghost Of Fleet

Sebuah Novel Fiksi Ilmiah yang menjadi “bacaan wajib” para Spionase Dunia, yaitu “GHOST OF FLEET”, tulisan dua penulis Amerika Serikat: Peter Warren Singer & August Cole (Peneliti Politik & Strategi Perang sekaligus Editor Majalah Sains & Teknologi Popular Science).

Novel hasil pemikiran para pakar Intelijen & Perang tersebut di antaranya adalah, Indonesia jatuh ke dalam negara gagal 2030 akibat konspirasi besar-besaran oleh Invasi “MAFIA TAIPAN & KOMUNIS” .

Sumber: Komunitas Spionase & Intelijen