Pesan Terakhir Ustadz Hilman Rosyad Sebelum Wafat

Spread the love

BataraNews.Com – Dunia dakwah Islam kembali kehilangan sosok Guru Besar, seorang mujahid dakwah yang tangguh, seorang ulama yang sangat memahami kondisi umat Islam saat ini. Ustadz Hilman Rosyad meninggal dunia pada hari Minggu, tanggal 14 Januari 2018, jam 10:00 pagi, di Depok, Jawa Barat.

Dua hari sebelum meninggal, tepatnya hari Jumat, tanggal 12 Januari 2018, beliau dakwah melalui tulisan di akun twitter nya @ustadzhilman . Tulisan dengan hastag #LongLifeEducation menjadi tulisan terakhir beliau yang sangat penuh pesan tersurat bagi kita umat Islam dalam menjalani kehidupan ini.

Berikut ini ulasan redaksi dari tulisan sang Mujahid Dakwah dalam akun twitter nya @ustadzhilman :

“Assalamualaikum epribadeh, semoga di hari #JumatBerkah ini kita berkelimpahan rahmat dan maghfirah karena padatnya amalan khas #JumatBerkah Yuk fokus menuntaskan berbagai amalan sunnah hari ini,” sapa Ustadz Hilman kepada Netizen.

Almarhum bercerita tentang pada salah satu kajiannya (6 Januari 2018) yang membahas tentang karakteristik Islam yang terdiri dari tiga karakteristik, yaitu:

Karakteristik Islam Pertama adalah Rabbaniy. Karakterisitik Islam naik secara referensi juga motif. Referensi Islam adalah Al Quran & Sunnah. Keduanya adalah rabbaniy karena keduanya bersumber dari wahyu Allah SWT.

Kemudian motif ber-Islam adalah menyembah Allah semata dengan cara sesuai Sunnah Rasul-Nya. Inilah Islam, referensinya Al Quran dan Sunnah serta motifnya menyembah Allah semata dengab cara sesuai Sunnah Rasul, Rabbaniy.

Karakteristik Islam Kedua adalah Yusrun Wa Muyassar. Karakteristik Islam itu sifatnya mudah lagi memudahkan. Ajaran Islam didisain sesuai fitrah manusia secara individu maupun komunal. Tidak ada kesulitan padanya. Bila dirasa sulit pun ada rukhshoh (keringanan/dispensasi).

Karakteristik Islam Ketiga adalah memiliki dampak manfaat & positif. Apapun yg disyareatkan dalam Islam itu berguna dan menguntungkan. Tidak ada yang membuat manusia rugi, miskin, apalagi menderita. Populer dampak syareat Islam itu disebut “Maqoshid Syar’iyah” (konsideran pemberlakuan syareat).

Maqoshid Syar’iyah itu meliputi kebebasan beragama, kebebasan berfikir, perlindungan jiwa, keamanan, berekonomi, dan keharusan berkeluarga serta berketurunan. Kelima poin ini dijamin oleh agama Islam agar manusia tumbuh, berkembang, dan menjalani kehidupan sesuai fitrahnya.

Kemudian dalam kajian tersebut ada pertanyaan dari peserta kepada almarhum. “Ustadz, bagus banget Islam itu ternyata, tapi realitanya tidak demikian, terus harus bagaimana?” tanya peserta kajian.

“Yang sy jelaskan tadi tentang Karakteristik Islam itu adalah “idealita” Adapun yang kita saksikan dan rasakan saat ini di kalangan umat adalah “realita”. Kewajiban kita adalah mendekatkan realita menuju idealita. Itulah tarbiyah! Tarbiyah itu sepanjang masa,” jawab Ustadz Hilman dalam kajiannya.

Karakteristik Islam itu bukan sekedar teori yang didiskusikan tapi bagaimana karakteristik itu membumi di realita kehidupan umat Islam di manapun, kapanpun, dan di seluruh sisi kehidupan. Karakteristik itu hidup, merasuk dan menggerakkan umat Islam untuk meraih kejayaannya sebagai rahmatan lil’alamin.

Memahami manusia di realita kehidupan itu mutlak dilakukan sebagai awal dari kesadaran pentingnya bergerak menuju idealita karena tujuan Islam diturunkan ke bumi agar manusia menjadi hamba Allah yg taat dan wakil Allah di bumi yg bertanggung jawab.

Tarbiyah adalah jawaban agar umat Islam tidak terjebak realita, tersingkir dan termarjinalkan dalam peradaban manusia saat ini yang didominasi sistem yang zalim dan menjauhkan manusia dari fitrah.

Tarbiyah harus melepaskan umat dari keterkungkungan. Tarbiyah harus membersamai dan melibatkan umat menuju kebebasan bersyareat dan membimbing umat untuk menjadi teladan peradaban bagi selain umat Islam.

Sabar dan istiqomah adalah keniscayaan dalam tarbiyah. Tarbiyah walaupun menyenangkan tapi godaan dan jebakannya banyak serta variatif. Tarbiyah membutuhkan ketekunan, keberanian, kejelian, dan juga kehati-hatian. Ketergesa-gesaan dalam Tarbiyah itu bahaya.

Pada Jumat terakhirnya, Sang Mujahid mengajak kita semua untuk merapat ke masjid terdekat. “Waktu zhuhur hari Jumat Berkah ini semakin dekat. Usahakan duduk di shaf terdepan, perbanyak dzikir juga tilawah sblm imam naik mimbar. Jangan tidur saat khutbah berlangsung. Dengarkan khutbah dengan khusyu agar kita dapat ibroh,” begitulah ajakan almarhum kepada kita semua. Sebuah ajakan dan tuntunan menuju Syurga dan Ridha Allah.

Sebuah kata “END” menutup tulisan sekaligus menjadi kata penutup dakwah dalam twitter almarhum.

Kutipan akhir twitter:
“Selamat menikmati Keberkahan hari #JumatBerkah hari ini 12.01.18 … #LongLifeEducation … END”

Semoga Allah SWT menempatkan Almarhum Ustadz Hilman Rosyad di sisi Nya yang terbaik. Dan keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran dan kekuatan.

Al-Fatihah….

Disadur oleh Redaksi dari akun twitter Ustadz Hilman Rosyad @ustadzhilman
12 Januari 2018.

Rencana pemakaman Ustadz Hilman Rosyad Syihab:
12.00 dr RS ke Masjid Nurussalaam Beji Depok utk dimandikan dll
13.00 dishalatkan di Masjid Nurussalaam
14.00 berangkat menuju *MD Building* untuk dishalatkan dan pelepasan oleh MS PKS
15.00 berangkat menuju Garut