azki Mei 14, 2017

BataraNews.com – Tatkala kau tetapkan Ulama kami HABIBUNA MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB jadi tersangka maka saat itu pula kau telah menggali KUBURAN KEHINAAN dirimu dan keluargamu di dunia dan akhirat.

Banyak di dunia ini contoh-contoh orang yang menghina Ulama akhir hidupnya menderita menuju SU’UL KHOTIMAH.
Menghina Ulama sama aja menghina Nabi MUHAMMAD Shallallahu alaihi wasallam.

Lihat contoh SOEKARNO presiden pertama negeri ini. Diakhir hayatnya mengemis-mengemis minta BUYA HAMKA yang menenjadi IMAM untuk MENYOLATI JENAZAHNYA kalau dia wafat.

Bukankah Soekarno yang memenjarakan Buya HAMKA …?

Lihatlah MUSTAFA KEMAL ATTATURK presiden Turki. Jenazahnya gak bisa diterima bumi (tanah) akhirnya ditaruh diatas bukit dan hanya di tutup dengan batu-batuan karena tanah tidak mau menerima JASAD yang membunuh banyak Ulama dan sangat anti Arab.

Di Mesir juga ada seorang JENDRAL dan anak buahnya pada gila disaat pensiun dikarenakan banyak memenjarakan dan menyiksa Ulama nya yang tidak sefaham dengan mereka.

Di Libya MOAMAR KHADAFI akhir umurnya mati dalam keadaan TRAGIS karena semasa berkuasa banyak memenjarakan dan menyiksa para Ulama. Tidak sedikit Ulama dimasa dia mati dalam penjara.

Contoh-contoh ini harusnya jadi bahan pelajaran dan i’tibar bagi para penguasa dimana saja terlebih di negeri ini.

Silahkan kau Jendral cari pasal-passl di KUHP untuk menjerat Habib Rizieq.

Dikala Bambang Tri bikin buku JOKOWI UNDERCOVER kalian bilang itu tidak ilmiah dan jangan dibaca.

Namun dikala TESIS habib Rizieq tentang Hari lahir PANCASILA yang merupakan sebuah karya ilmiah dan lulus dengan nilai CUMLAUDE yang diuji oleh Doktor-Doktor ternama di Malaysia kalian bilang itu MELAKUKAN PENGHINAAN KEPADA PANCASILA.

Dimana sifat konsistensi anda Jendral …?

Buatlah sesukamu Jendral mumpung lagi berkuasa dan senjata ada ditangan kalian.

INGAT

Satu RIZIEQ kalian ambil dan kalian tahan bahkan kalian bunuh sekalipun … GHIRAH PERJUANGAN …
ini tidak bakalan padam.

Akan muncul beribu-beribu bahkan berjuta-berjuta HABIB RIZIEQ di muka bumi tanah pertiwi ini.

Kami BELA ISLAM bukan karena RIZIEQ tapi kami bela Islam karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rizieq boleh Mati tapi ALLAH Shubhanahu Wa Ta’ala tidak pernah mati.
Camkan itu Jendral.

Kami akan MELAWAN ketidak adilan ini. Kami tidak akan diam.

Lambat atau cepat kami akan melawan. Tunggu saja Jendral.

Semoga Allah memberikan kita semua umur panjang agar bisa melihat tersiksanya kau Jendral dan Keluargamu di dunia ini, akibat kau menghina Ulama kami.

3 atau 4 tahun lagi kau bakal pensiun. In syaa ALLAH pastikan kau tidak bakal ketemu dengan kita di jalan umum karena pasti saat itu kau tidak punya pengawalan super ketat seperti disaat kau lagi menjabat.

Bila kau bertemu dengan kita-kita ini maka kau akan lihat apa yang akan terjadi sama kau Jendral. Bakal menyesal kau seumur hidupmu.

Wajahmu tidak bakalan kami lupa sampai akhir zaman. Wajah pembenci Ulama kami.

Camkan ini Jendral. Semoga kau cepat sadar dan kembali ke jalan yang benar sebelum ketemu dengan MALIKUL MAUT MALAIKAT IZROIL. Aamiin.

  • provokator

  • Yang tersangka bukan ulamanya, tp orangnya…. Proses hukum tdk memandang pangkat, atau julukan…. Apalagi keturunan…. Mulia itu karena ahlak bukan karena keturunan.

    • Logika berpikir liberalis.memangnya ulama itu melekat di pohon atau di batu?Apa tdk salah bapakmu memberi nama wahyudin?