BataraNews.com – Berdasarkan quick count, di atas kertas ummat sudah menang. Anies – Sandi sudah berhasil mendepak Ahok dan kompatriotnya dari hasratnya ingin menguasai Jakarta.

Tapi tunggu dulu, sehari sesudah ummat Islam sujud syukur dan meluapkan kebahagiaan atas kemenangannya, berita pedih kembali datang. Macam dagelan, Ahok hanya dituntut JPU 1 tahun !!! JPU menganggap ummat tak punya pikiran barangkali.

Mari kita kilas balik pada kejadian belasan abad lalu, di mana Rasulullaah SAW adalah pelaku utamanya. Bukankah pelajaran terbaik bisa kita dapatkan dari beliau?

Perang Khandaq / Ahzab yang telah berlangsung 27 hari tanpa henti akhirnya dimenangkan ummat Islam. Persis seperti bagaimana Allah memenangkan Anies – Sandi karena do’a dan sholat hajat yang dilakukan ummat, maka Perang Khandaq dimenangkan kaum Muslim karena do’a Rasulullaah yang mustajab. Mudah bagi Allaah, dengan tiupan angin taufan, membuat kocar kacir pasukan kafir.

Merasa menang, Rasulullaah dan para sahabat pulang ke rumah masing-masing. Namun, Jibril datang menghampiri dan menegur Rasulullaah SAW, “wahai Rasulullaah apakah engkau telah meletakkan senjata?” Rasulullah menjawab, “ya.”

Jibril berkata, “Namun para malaikat belum meletakkan senjata-senjata mereka. Sesungguhnya Allah menyuruhmu untuk bangkit berperang melawan Bani Quraizhah.”

Maka seketika Rasulullaah SAW mengumpulkan kembali pasukan Muslim berangkat mengepung perkampungan Bani Quraizhah yang selama peperangan Khandaq telah melakukan berbagai pengkhianatan. Dan kaum Muslimin meneruskan perjuangan sampai Bani Khuraizah benar-benar terusir dari Madinah.

Anies – Sandi memang sudah menang. Tapi si Penista Agama (PA) belum mendapat hukuman setimpal. Kaum-kaum munafiq belum berhenti berkicau. Kedengkian musuh-musuh Islam belum lah padam. Mereka masih akan terus mencari cara mewujudkan cita-cita dan keangkuhan mereka. Lihat saja, begitu Anies – Sandi menang, proyek reklamasi buru-buru diambil alih pemerintah pusat. Ada apa ini??? Makar apa lagi ya???

Maka, sebagaimana Rasulullah SAW ditegur Jibril karena sudah merasa menang, kita pun harusnya merasa tertegur oleh fakta-fakta sehari setelah kemenangan kita. Bahwa sungguh, perjuangan belum boleh selesai. Senjata belum boleh diletakkan. Sampai cita-cita dan tujuan ummat, tercapai, yaitu : keadilan.

Maka, mumpung semangat itu masih menyala, kesadaran masih ada, kepercayaan pada ulama masih setia, lekas-lekaslah bangkit lagi setelah sejenak melepas beban di dada. Jangan lengah lagi. Nanti masjid kembali kosong, tahajud kembali sepi, dan do’a tak lagi ramai.

Apakah kita lelah? Ya, pasti. Tapi bila kita berhenti, maka kita tau, siapa yang akan menguasai negri ini.

Kita berdo’a, semoga Allah selalu beri kita semangat dan kekuatan, untuk meneguhkan agamaNya. Aamiin.

Oleh : Maya Hayati