azki Apr 19, 2017

BataraNews.com – Inilah pilkada paling ganas dan paling panas sepanjang sejarah Indonesia, bahkan mengalahkan pilpres 2014 yang juga panas. Perhatian seluruh elemen termasuk institusi tersita ke dalamnya. Tokoh-tokoh muslim skala nasional turun tangan mengimbangi tokoh nasionalis yang telah ikut campur urusan daerah jakarta. Akibatnya ABI jilid 1 sampe 5 tergelar sebagai protes atas ketidakadilan mereka sebagai representatif negara.

Ujiannya sungguh berat. Karena seluruh institusi menjadi pendukung atau minimal diam dengan ketidakadilan ini, mengalahkan peristiwa ’98.  Dulu masa reformasi, kita bermalam di masjid ARH UI lanjut mabit di DPR dalam rangka menjatuhkan soeharto. Selemah-lemahnya DPR pada waktu itu masih bisa kita andalkan, mahasiswa dengan dukungan rektorat jadi ujung tombak.

Kini atas ketidakadilan… mahasiswa pakai jaket almamater bergerak sedikit diskors, rektorat tidak ada yang berani bersuara. Kasus Ahogate di DPR hilang tak berbekas dan memang sejak awal sudah membuat pesimis, sama aja beli mie instan dan berharap di dalamnya ada telur dan ayam spt di bungkusnya. Percuma, sia-sia…

Penegak hukum : polisi, jaksa, hakim setali tiga uang. Kalian sudah melihat sepak terjangnya, vulgar mendukung ahog. Pemerintah sebagai pengemban amanat diam-diam mendukung. Mantan pemerintah (SBY) malah netral. Kaum muslimin benar-benar sendirian kali ini.

Di atas kertas kaum muslimin jelas kalah dalam pertempuran ini. Dukungan logistik mereka yang melimpah untuk memenangkan pilkada sungguh luar biasa. Penggunaan APBD yang ilegal hingga uang taipan yang tak berseri menjadi surga bagi orang lemah iman.

Apa usaha kita melawan serbuan tersebut ? Bikin baksos, pengobatan murah, panggung hiburan ? Usaha koalisi besar musuh-musuh Islam di Indonesia jangan dilawan dengan ijtihad manusia. Nabi Nuh menunggu wahyu untuk masuk ke dalam perahu, Nabi Musa menunggu turun wahyu untuk membawa bani Israil keluar Mesir. Nabi Muhammad yang menunggu perintah berperang saat dizalimi, justru malah diperintahkan untuk sholat dan zakat.

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, ”Tahanlah tanganmu (dari berperang), laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat !” (4:77)

Apa yang terjadi saat ini pernah terjadi pada masa sahabat. Serangan masif dari koalisi manusia yang belum pernah dilakukan bangsa Arab sebelumnya yakni berkoalisi mereka dengan Yahudi, munafik untuk menyerang kaum muslimin. Atas situasi ini, apa statemen kaum muslimin ?

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (7:173)

Inna adalah penguat, qad adalah penguat juga. Ada dua penguat disini. Artinya realita berkumpulnya musuh-musuh Islam tidak bohong, tidak main-main, ini perkara serius. Kata lakum adalah pengkhususan yakni berkumpulnya mereka khusus dalam rangka menghadapi kalian kaum muslimin bukan menghadapi yang lain. Siapa yang berkoalisi ? An Naas, berbentuk makrifah, sudah diketahui oleh kaum muslimin siapa mereka dan dari kelompok mana mereka berasal.

Dan begitulah, saat ini sudah gamblang berita tentang koalisi besar untuk menghancurkan Islam. Kita tahu persis siapa saja mereka dan apa peran mereka dalam koalisi ini.

Apakah para sahabat takut dan gentar dengan serbuan tsb ? TIDAK. Justru semakin menambah keimanan. Terlihat dari ucapan mereka : hasbunallah wani’mal wakiil.

Apakah kalian menjadi lemah, spechless dengan berita KPU, bawaslu duduk bareng ahog dalam satu acara ? Apakah kalian menjadi gentar melihat jaksa agung, kapolri mesra berdampingan dengan ahog ? Apakah kalian takut mendengar berita pejuang al maidah ditangkap ? TIDAK. Bagus, itulah iman.

Hasbunallah wani’mal wakiil adalah ucapan Nabi Ibrahim saat dilemparkan ke api besar. Saat semua upaya manusia sudah tiada daya. Ucapan ini juga dilontarkan kaum muslimin saat mengetahui koalisi ahzab menyerang mereka. Kita tau bagaimana kesudahan Nabi Ibrahim dan kaum muslimin dalam perang ahzab. Dan kita pun akan mendapatkan hal yang sama jika melakukan spt yang mereka perbuat.

Mulai sekarang banyak-banyak ucapkan : Hasbunallah wani’mal wakiil. Cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong kita. Ada kecurangan di hari tenang tidak usah ke kpu atau bawaslu, mereka sama. Cukup tengadahkan tanganmu minta pertolongan Allah. Ada intimidasi jelang pilkada tidak perlu lapor polisi, cukup tengadahkan tangan minta perlindungan Allah.

Hasbunallah wani’mal wakiil..

Hasbunallah wani’mal wakiil..

Hasbunallah wani’mal wakiil..

By Pejuang Al Maidah