azki Feb 17, 2017

Inilah sebuah tulisan yang beredar di kalangan WAG. Sebagai renungan bagus juga untuk disimak.

Catatan Bang Abdullah Hehamahua tentang Antasari dan KPK…

Pertama, secara formal, Antasari alumni HMI, tapi bukan kader. Kedua, terpilihnya beliau menjadi komisioner KPK, dipermasalahkan internal KPK. Untuk meyakinkan internal KPK, saya minta pegawai memberi waktu 6 bulan ke Antasari untuk beliau buktikan bahwa dirinya pantas menjadi ketua KPK.

Bahkan, saya beritau pegawai, kalau Antasari tidak taat asas terhadap SOP dan kode etik KPK, dia terlempar dgn sendirinya. Faktanya, setahun kemudian, dia terlempar keluar.

Itulah sebabnya KPK tidak menunjuk pengacara bagi Antasari karena dia dinilai melanggar kode etik KPK. Ketiga, kasus cicak buaya dan pembunuhan nazaruddin bukan diarahkan ke Antasari, tapi untuk menghilangkan eksistensi KPK.

Cuma operatornya melihat Antasari adalah mata rantai yang terlemah dari 5 komisioner KPK. Hal ini sesuai dengan hadis yang mengatakan, serigala hanya menyerang domba yang terpisah dari kelompoknya.

Keempat, semua orang KPK tau bahwa Antasari bukan pembunuh, tapi mayoritas pejabat dan pegawai KPK tidak suka Antasari karena beliau yang merusak tatanan dan budaya organisasi di KPK yg dibangun pimpinan KPK edisi pertama.

Kelima, penangkapan besan SBY dan mantan kapolri bukan prestasi Antasari karena penyelidikan mereka sudah selesai pada periode pimpinan KPK jilid satu, cuma belum sempat dieksekusi karena sudah habis masa jabatan mereka. Jadi tidak ada alasan SBY dendam ke Antasari.

Keenam, disainer kriminalisasi KPK adalah orang dekat megawati dan sekarang orang ini menjadi kepercayaan jokowi dan menduduki posisi strategis.

Ketujuh, Antasari orang yang mudah tergoda dengan iming-iming jabatan. Olehnya, beliau minta grasi setelah PK nya ditolak MA. Maknanya dia mengaku salah.

Kedelapan, kalau Antasari digunakan untuk merauk suara yang memenangkan ahok, di kubu Anies ada Chandra dan Bambang, dua mantan komisioner KPK yang lebih berprestasi di KPK dibandingkan Antasari. Jadi kawan-kawan harus mampu mengeskplor kedua tokoh ini dalam menghadapi Antasari.

Demikian catatan saya tentang Antasari.

Terima kasih.

Abdullah Hehamahua

 

[Sumber]