azki Feb 16, 2017

BataraNews.com – Pilkada baru dilalui kemarin, tetapi semua belum selesai. Ada banyak ibroh yang dapat kita ambil dari sana yang berguna untuk perbaikan umat ke depannya. Sehingga kesalahan yang sama tidak berulang terjadi. Beberapa ibroh dan pembelajarannya adalah sebagai berikut:

Pertama:

Ternyata ummat Islam  Indonesia khususnya di Jakarta banyak yang mengambil sikap sekuler. Artinya menerima pemahaman yang memisahkan Agama dan politik. Umat belum menjadikan agama sebagai pedoman hidup disegaka sendi kehidupan. Banyak ummat Islam yang memahami agama hanya  sebagai  ritual-ritual yang  berurusan dengan akhirat.  Yang memahami agama tidak ada urusannya dengan pemerintahan.

Kedua :

Banyak ummat Islam yang memandang bahwa penerapan perintah Alqur’an bisa dipilih-pilih, sebahagian di ikuti dan sebahagian dikesampingkan.

Ini bisa dilihat meski jelas-jelas Al-Qur’an melarang memilih pemimpin non muslim, pada kenyataannya banyak juga yang mengabaikan ayat-ayat ini dan melilih pemimpin non muslim. Hal ini bisa dilihat dari perolehan suara AHOK yang mencapai 42 %, artinya bila kita  berasumsi bahwa semua pemilih non muslim memberikan suara kepada AHOK, maka berarti ada 22 % suara ummat muslim yang juga diberikan kepada Ahok.

Menjadi tugas berat ulama, Kiyai, ustad dan Ustazah serta para pendakwah dan ummat muslim yang peduli pada pengembangan dan pengamalan prinsip-prinsip ajaran Islam dalam kehidupan, untuk secara lebih intens melakukan dakwah dan pemahaman kepada seluruh ummat Islam bahwa agama itu adalah pedoman hidup yang harus dipahami dan di laksanakan disemua sisi kehidupan dan disegala waktu dan keadaan. Karena hanya dengan pengamalan Islam secara utuh atau kaffah, ummat Islam akan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tidak ada yang lain.