Disepakati bahwa sistem demokrasi bukan berasal dari Islam, namun itu budaya orang barat (non Islam), sehingga demokrasi itu bukan solusi pemecahan masalah umat Islam.

Namun tatkala hegemoni demokrasi melanda negeri-negeri Islam, hampir semua negara Islam menggunakan sistem demokrasi ini.

Hal inilah yang menjadi penyebab masalah bagi umat Islam, karena menggunakan sistem hukum buatan manusia.

Salah satu produk demokrasi adalah adanya pemilihan umum, atau pemilihan kepala negara atau kepala daerah.

Hukum asalnya, tidak boleh umat Islam ikut serta dalam pemilihan ini, terutama ketika keadaan kondusif dan damai, yaitu ketika para calon kepala negara atau kepala daerah secara umum baik dan tidak membahayakan umat Islam.

Namun pada situasi dan kondisi yang dibutuhkan yaitu pada kondisi ada kemungkinan akan terpilih pemimpin yang buruk, misalnya ketika ada calon yang dipilih non muslim atau seorang yang dholim yang membahayakan eksistensi umat Islam, maka ketika itu umat Islam boleh atau bahkan bisa wajib untuk memilih salah satu calon yang baik atau lebih ringan kejelekannya.

Sesuai dengan kaidah:

ارتكاب أخف الضررين

Mengambil/melakukan kemadharatan yang paling ringan dari dua madharat

Penjelasan Kaidah

Pemilihan kepala negara atau kepala daerah merupakan produk kafir termasuk bagian dari sistem demokrasi yang dilarang ini madhorot ketika ikut nyoblos.

Namun ketika umat Islam tidak menggunakan haknya atau golput, maka sangat mungkin non muslim atau orang fasik akan memimpin umat Islam, dan itu sangat merugikan dan membahayakan umat Islam, ini madharat yang lebih besar.

Kenapa madharat lebih besar?

Lihatlah di Suriah, umat Islam dipimpin oleh Basyar, seorang syiah Nushairiyah yang sangat kejam dan bengis membunuhi umat Islam, para wanita muslimah diperkosa dijadikan tempat pelampiasan nafsu hewan mereka…

Lihatlah di Irak yang dipimpin oleh Syiah, ahli sunnah dibunuh, disembelih…

Lihatlah di Singapura bagaimana keadaan penduduk pribumi melayu ditinggalkan, seakan akan mereka bukan penduduk asli, semua dikuasai oleh etnis Cina…Dll.

Cukuplah fakta membuktikan kalau pemimpin kafir dan fasik sangat membahayakan eksistensi umat Islam…

Kini Yang menjadi pertanyaan:

Apakah Anda Masih Akan Golput ?

Apakah Anda Masih Akan Pilih Pemimpin Kafir ?

sumber