BataraNews.com – Ahok TIDAK DITAHAN/TIDAK DIBERHENTIKAN karena polisi telah menyelipkan pasal 156 KUHP sehari setelah pengumuman hasil gelar perkara yang memutuskan menjerat Ahok dengan pasal 156 a.

Masyarakat mungkin lupa atau banyak yang tidak tahu ketika pada tanggal 16/11/2016 Polri mengumumkan hasil gelar perkara kasus penistaan agama Ahok dengan kesimpulan Ahok telah melanggar KUHP pasal 156 a dengan ancaman hukuman 5 tahun ternyata satu hari setelahnya penyidik menyelipkan atau menambahkan satu pasal tuntutan yaitu pasal 156 dengan ancaman 4 tahun

Perbedaan pasal 156 a dengan pasal 156 adalah pada pasal 156 a lebih menjelaskan secara spesifik terkait masalah penistaan agama sedangkan pada pasal 156 tidak secara spesifik menyinggung masalah penistaan agama melainkan hanya yang berkaitan dengan golongan.

Sejak awal saya sudah menaruh curiga ketika Polri terburu-buru menyelipkan pasal 156 saya bertanya tanya apa rencana dibalik diselipkan nya pasal 156 tersebut, Akhirnya saya mengerti ternyata penambahan pasal 156 memiliki dampak Ahok tidak ditahan dan tidak diberhentikan karena ancamannya hanya 4 tahun. Yang lebih aneh lagi kenapa Jaksa juga menerima 2 pasal tuntutan yang dilimpahkan polisi kepada jaksa

Jadi, Patut diduga polisi dan jaksa tidak netral dalam Menindaklanjuti kasus penistaan agama Ahok. Polisi dan Jaksa lebih cocok menjadi pengacara Ahok daripada penegak keadilan rakyat. (Bastian P Simanjuntak)