Bersikap Dengan Orang Yang Tak Sefaham  

Spread the love

BataraNews.com – Berbeda pendapat dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang wajar, namun bagaimana seharusnya kita bersikap agar menjadikan perbedaan tersebut menjadi berkah dalam pergaulan. Salah satu caranya yaitu dengan selalu berbuat baik.

Berbuat baiklah pada orang lain, insya Allah mereka akan segan padamu. Hal ini sering dipraktekkan oleh Rasulullah dalam berdakwah.

Utbah bin rabiah adalah ahli syair dan orang terpandang, ia diminta untuk bernegosiasi dengan Rasulullah agar beliau mau menghentikan dakwahnya.

Dihadapan nabi, ia membandingkan rasulullah dengan kakek beliau, bahwa tak pantas nabi menghina tuhan yang disembah oleh kakek beliau abdul mutholib. Utbah terbawa emosi, ia menyatakan bahwa rasulullah adalah orang yang memecah belah kaum quraisy, mempermalukan kerabatnya sendiri. Rasulullah hanya terdiam memperhatikan amarah utbah, beliau tetap sopan dan tenang. Kemudia utbah mulai menawari rasulullah harta, wanita dan kedudukan, jika beliau mau meninggalkan dakwahnya. Utbah juga menawari beliau pengobatan jika memang beliau mengalami gangguan jiwa.

Utbah diam menunggu jawaban rasulullah, beliau bertanya sopan, apakah utbah sudah selesai bicara? Setelah memastikannya, rasulullah menjawab utbah dengan surat fushilat: “Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui. Yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. Katakanlah: Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya akhirat. Katakanlah: Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? demikian itu adalah Rabb semesta alam.”

Selesai mendengar rasulullah, utbah diam dan kembali pada teman-temannya seraya berkata: Demi Allah, kata-katanya benar-benar manis lagi indah, bagian atasnya berbuah, sedangkan bawahnya berlimpah, kata-kata yang unggul dan tak ada yang mengunggulinya, ia menghancurkan lawan-lawannya, kata-kata itu tak mungkin dibuat oleh manusia.

Utbah memang tak masuk islam, namun sikapnya melunak pada islam.