BataraNews.com – Ini balasan Gerakan Mahasiswa Pembebasan atas perkara ini.

Tanggapan atas Resolusi 2017 yang dikeluarkan oleh yang katanya atas nama mahasiswa Indonesia “, PMKRI, GMNI, PMII, GMKI, KMHDI, HIKMAHBUDHI.

“Justru Islam, aktivisnya dan para ulama yang bersungguh-sungguh menjaga dan melindungi Indonesia”

Di tengah hiruk-pikuk perpolitikan yang semakin padat dan cepat, dibutuhkan ketangkasan, ketepatan dan kecerdasan dalam bersikap, apalagi ketika kedzaliman dan kesengsaraan menghinggapi masyarakat secara akut sebut saja kasus terhangat mulai dari penghinaan Alquran dan ulama yang dilakukan oleh Ahok, kenaikan bahan-bahan pokok, kenaikan biaya STNK, TDL, BBM, kemudian isu GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) yang faktanya dipenuhi oleh orang orang kasar yang melakukan aksi premanisme mecah belah persatuan Umat.

Opini yang hendak digiring adalah memberangus gerakan/ormas yang mereka tuduh radikalis, provokatoris, pemecah bangsa dan anti Pancasila, di tengah skenario ini muncul pula simpatisan dari kalangan mahasiswa dengan mengayuh opini yang sama yakni mendesak pemerintah agar membubarkan ormas yang mereka anggap bertentangan dengan pancasila.

Dari fenomena tersebut justru nampak kemunafikan yang dipertontonkan rezim hari ini, yang kemudian diamini sekelompok gerakan mahasiswa. Mereka tuangkan dalam sebuah resolusi yang mereka sebut sebagai resolusi 2017 mahasiswa Indonesia.

Atas sikap rancu sekelompok mahasiswa tersebut kami Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Pembebasan menyampaikan:

  1. Mahasiswa Muslim sebagai penyambung lidah masyarakat mempunyai jati diri untuk membela Islam dan aktivis-aktivis muslim, selalu Bahu membahu dalam menjaga kedamaian, membela kebenaran dan memperat tali ukhuwah di antara organisasi.
  2. Mahasiswa haruslah jernih melihat problem sesungguhnya yang merongrong Indonesia bukan malah menjadi kepanjangan tangan dari kalangan yang justru secara nyata merongrong Indonesia. Neoliberalisme masih bercokol di negeri ini, sistem rusak inilah yang menggiring Indonesia pada kehancurannya, dengan sistem ini janji-janji kesejahteraan hanyalah omong kosong, ditambah penghianatan rezim yang justru menindas rakyatnya dengan kebijakan neolib dan semakin memberikan karpet merah bagi Asing dan Aseng untuk semakin menghegemoni Indonesia. Seharusnya perjuangan mahasiswa adalah melawan hegemoni neolib dan tajam kritisnya terhadap penguasa khianat yang menjual aset negara kepada Aseng dan Asing.
  3. Rezim hari ini justru mencoba melakukan kriminalisasi terhadap Islam, aktivisnya dan para ulama padahal sesungguhnya solusi atas rusaknya negeri ini akibat neoliberalisme dan juga kebijakan khianat penguasa ada pada Islam yang diperjuangkan oleh para aktivisnya dan ulama. Bagaimana mungkin ulama dan aktivis yang menyerukan Islam untuk kebaikan negeri kemudian dianggap intoleran, radikal dan anti kebinekaan ? harusnya mahasiswa juga jernih melihat siapa yang seharus didukung dan siapa yang seharusnya dilawan.
  4. Kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam adalah bentuk ketidakmampuan penguasa dalam menutupi kebobrokan dan penghianatanya yang dewasa ini banyak dibongkar oleh para ulama. Kasus yang paling nyata adalah penistaan Alquran yang dilakukan Ahok. Lihatlah opini yang bergulir, bukannya mempercepat kasus penistaan agama yang jelas-jelas intoleran justru malah membidik ulama dengan tuduhan yang seolah ulama dan ormas Islam lah yang intoleran dan anti kebinekaan. Sekali lagi harusnya mahasiswa jernih melihat permasalahan bukan malah membeo kepentingan para elite untuk mengamankan status quo.
  5. Mari berjuang dalam kepayahan membela yang benar dalam pandangan wahyu, bukan duit, jabatan dan kepentingan lainnya. Karena kelak itu semua akan dipertanggung jawabkan di sisi Allah Al-Kholiq Al-Mudabbir, ingatlah Firman Allah SWT:

“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.” (QS. al-Maidah: 44)

Insya Allah atas Izin Allah SWT fajar kemenangan Islam telah tampak semakin jelas. Karena hanya dengan Islam Kaafah lah problematika sesungguhnya yang dihadapi negeri ini akan terselesaikan. Islam Kaafah akan berwujud secara nyata melalui tegaknya Syariah dan Khilafah, mari bersama wujudkan kebangkitan hakiki dengan menegakkan Syariah dan Khilafah mewujudkan Rahmatan Lilalamin.

Ttd. Ketum PP GEMA Pembebasan

Ricky Fattamazaya M S.H, M.H

 

Gerakan Mahasiswa Pembebasan senantiasa membuka seluas-luasnya bagi mahasiswa yang ingin bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Pembebasan dan berdiskusi dengan kami :

===================================================

Contact Person :

PP Gema Pembebasan : Ricky Fattama 089686987739

PW GP Jakarta Raya :mudzakir daman 085775233398

PW GP Jabar :Firmansyah 089612192421

PW GP Sulselbar :Abdul Khaliq 085240757087

PW GP Kepri :Mujahid 0853 64236881

PW GP Sulawesi Tenggara :Nurdin Syaifullah 082346795000

PW GP Banten : Khalid 085717335644

PW GP Kalteng :Hadipura 081348082372

PW GP Sumbar :Ramlan 0853 7634 1524

PW GP Aceh :Akmal Jodi 085260742554

PW GP Maluku :M. Yuman 085254841040

PW GP Riau :Husein 082392163578

PW GP Jambi : Rizky 089682957654

PW GP Jatim :Fajar 085606456379

PW GP Yogyakarta :M. Aziz 085360918683

PW GP Kalbar :Galih Promono 085386018255

PW GP Kalsel : Ali Sadikhin 08520456313

PW GP Kaltim : Aldi 082353611634

PW GP Sulteng : Singgih 085241425121

PW GP Bogor :Fuad 085694223896

PW GP Sumut : Andika 082362625228

PW GP Gorontalo :Abdurahman 085255403488

PW GP Sumsel :Bambang 085764698814

PW GP Jateng : Gandha 085842666220

PW GP Jayapura: Reza 085211333834

PW GP Lampung : Oyan 082375280847

PW GP Bengkulu: Mastur Adhy 085758407922

===================================================

Kunjungi situsKami :

http://kmi4revolution.gema/ pembebasan.or.id/

http://gemapembebasan.or.id/

===================================================

Follow :

FB : @GerakanMahasiswaPembebasan

Instagram : https://www.instagram.com/gp_pusat/