BataraNews.com

Oleh : Radius Anwar

Akhir-akhir ini NKRI di zaman pemerintahan Jokowi dihujani dengan berita-berita tidak benar (hoax), lebih tepatnya era hoax ini bertebaran sejak dibukanya kran informasi di era reformasi pasca 1998 sudah nampak bibit bibit kebebasan disemai, tapi jauh ke belakang,  revolusi teknologi informasi secara alamiah mempengaruhi kehidupan umat manusia sejak ditemukanya kode Morse, Bell menemukan telesuara, mesin Cetak Gutenberg, ditemukannya radio pemancar, televisi sampai mesin komputasi Enigma pertama kali hingga revolusi teknologi Apranet sebagai cikal bakal dikembangkannya Internet yang disempurnakan oleh TimBernes Lee menjadi sebuah jendela yang kita kenal (www).

Namun dari sekian perangkat penemuan diatas, komputerlah yang paling spektakuler hal ini pernah diramalkan oleh Steven Hawking dalam stadium generalnya saat berada di India tahun 2000, Hawking mengatakan ” Komputer akan mengKoloni manusia dikemudian hari. Manusia mempelajari komputer butuh waktu 18 tahun sedangkan komputer memelajari dirinya sendiri hanya membutuhkan waktu 1,8bln. Oleh karena itu agar manusia tidak tertinggal oleh komputer, manusia harus diinterface,” demikian cetusnya didepan para mahasiswa di universitas ternama di India.

Komputer dapat menyimpan ribuan bahkan juta Mega Bite. Yang luar biasa dahsyat , dengan adanya storage ini Informasi dapat disimpan terjaga dalam bentuk gambar, text, dan suara.  Tentunya komputer dan penemuan penemuanya dikuasai oleh negara negara maju, yang juga mengembangkan teknologi antariksa. Seperti Amerika, Rusia, Cina, Eropa, India dll. Pernah dengar perang cyber antara pemerintah Cina dengan Amerika dimana kedua negara ini saling memproteksi keamanan informasinya dari para peretas dunia maya.  Kedua negara melindungi informasi rahasianya dari para penyusup mayantara. Tidak sedikit dari teknologi ini yang melahirkan para hacker, peretas-peratas alung seperti Swoden, dan Fenemona terkuaknya kawat kawat diplomatik Amerika oleh Wikileak, yang tidak sedikit juga kemapuan ini untuk membobol bank, jaringan komunikasi Istana dan kejahatan kejahatan lainnya.

Masih terkait dengan berita bohong (hoax) yang tersebar dimasyarakat melalui jejaring dot com.Yang merisaukan masyarakat dan tak terkecuali pemerintah. Sampai-sampai Istana juga Kepolisian RI menanggapi sangat serius apa yang berkembang dimasyarakat terutama di Medsos. Sudah sangat meresahkan sekali para ormas keagamaan, sekolah, lingkungan keluarga pun tak luput ikut mengawasi digarda moral. Sampai-sampai isu ini dibawa oleh Jokowi ke dalam rapat perdana awal tahun 2017 di Istana. Dalam rapat itu Jokowi melihat kondisi bangsa bisa saling tak percaya, saling hasut, saling menyebar kebencian oleh karenanya menurut presiden pentingnya menghayati dan mengamalkan nilai nilai Pancasila sebagai fondasi dan panduan karakter bangsa Indonesia dan di Istana Bogor presiden sampai menggagas unit kerja Ideologi Pancasila, diharapkan dengan unit kerja ini Bangsa Indonesia karakter mental pola dan tingkah lakunya terbentengi dari pengaruh pengaruh paham atau informasi destruktif yang merusak tatanan berbangsa dan bernegara saat ini dan dikemudian hari.

Kekawatiran presiden ini tentu sangat beralasan mengingat tantangan ke depan adalah sebuah rezim informasi yang dikonsumsi, dimakan dan dinikmati oleh anak bangsa. Disamping narkoba dan terorisme dan radikalisme.

Dimana rezim ini bekerja sesuai diperintahkan oleh kekuatan kekuatan besar dibelakangnya yang mengoperasikan dan menyebarkan ke dalam layar layar kecil di hotel gedung gedung perkantoran, dirumah rumah, tempat tempat ibadah, gang-gang, kampung dan pelosok pelosok nusantara yang terhubung dengan perangkat internet. Membaca mengkonsumsi sajian berita berita Hoax. Pada dasarnya hoax ini tak dapat dihindari apalagi dibendung, dengan perangkat UU ITE seharusnya pemerintah lebih meningkatkan pasukannya guna menangkal serangan serangan dunia maya tadi Kominfo harus lebih proaktif meningkatkan penyebaran dan pengawasan informasi juga kepada stasiun stasiun televisi dan radio, Lembaga KPI, Kepolisian dan seluruh elemen bangsa ikut sama sama menjaga sajian (konten) berita yang baik dan benar. Tidak cukup hanya membentuk Unit Kerja Idealogi saja.

Saat ini adalah eranya kebohongan, fitnah dan kebencian yang disebarkan oleh kekuatan kekuatan destruktif tadi guna memecah belah bangsa, fitnah dan kebencian masuk dari segala arah dan ruang. Dapat menyulut kebencian dan amarah guna bertindak dan melakukan memetik (pelipatgandaan kebohongan dan hasutan) agar terjadi ketidakstabilan dan kekacauan dimasyarakat sehingga terjadi pertikaian, pertenganangan yang berujung pada angkat senjata melawan pemerintahan yang sah.

Hoax memiliki banyak cerita, banyak wajah dan banyak lakonnya. Hoax seperti binang domba yang berbulu srigala, bertaring dan bercakar, siap menghabisi mangsanya. Hoax bisa melahirkan fitnah yang sangat dahsyat dalam kitab kitab suci mahluk pemfitnah (menyebarkan kebohongan besar itu disebut Dajal) seperti didalam nubuatnya Nabi Muhammad, kedatanganya diakhir zaman sang pembohong besar (Dajjal) sudah diramalkan.

Wajar bila presiden Jokowi sangat cemas karenanya. Demikian para pemuka agama, akan kehadiran situs-situs porno, dan tanyangan-tanyangan sadis dan tidak beradab dipertontonkan secara apik divideo streaming. Oleh karena itu Hoax adalah sebuah keniscayaan bagi semua bangsa dimanapun berada dimuka bumi ini tak terkecuali Bangsa Indonesia, siapapun pemimpinnya.

Oleh sebab itu kira penting dari kita membentengi dan menyaring bagi anak cucu kita yang sudah mulai atau pandai berselancar di dunia maya. Terutama bagi para orang dewasa hanya pemilahan dan kehati-hatian dalam mengkonsumsi berita kiranya lebih dikedepankan, memang tidak ada larangan dan imbauan bagi orang dewasa, karena hal itu tontonan video porno atau gambar sexy diperlukan bagi kesenangan mereka. Tapi jangan sampai apa yang kita tonton dan kita nikmati berupa gambar, suara dan lekukan lekukan tubuh dalam blueFilm yang ternyata isinya 1000% adalah HOaX tapi itu hoax fantasi, berbeda dengan Hoax Literasi yang menyebar masuk ke pelosok pelosok tadi. Yang repotnya bila
Hoax ini sudah menjadi Homy sudah tak ada resistensi lagi, hanya yang tersisa tinggal mengiyakan dan menjalankan saja..seperti dicuci otaknya…..apa kata Hoax….YESSSS….!!!