BataraNews.com – Beberapa perwakilan DPW FPI  dan MAWIL LPI Bekasi Raya  mendatangi dealer mobil Honda   di Jl. Raya Jatiasih No. 50 D ,Jatiasih, Kota Bekasi. Rabu (14/12).

Kedatangan Ustadz Muhammad Husein selaku Wakabid Dakwah DPW FPI , Abdullah Ratno  selaku Bendahara DPW FPI , Heru selaku Komandan Batalyon MAWIL LPI Bekasi Raya beserta rombongannya ini  untuk meminta klarifikasi kepada pihak manajemen PT Honda Mitra Jatiasih  atas pemberitaan di media sosial dan portal berita online yang selama beberapa hari terakhir ini menjadi perbincangan serius di kalangan pengguna medsos.  Dikabarkan bahwa  pihak manajemen  dealer mobul Honda Jatiasih ini  mewajibkan seluruh karyawannya untuk mengenakan atribut natal. Hal ini sontak menimbulkan reaksi keras dari masyarakat khususnya di wilayah Kota Bekasi.

Rombongan FPI dan LPI tiba di lokasi sore  sekitar pukul 16.00. Setelah satu jam lamanya menunggu akhirnya perwakilan FPI ditemui  oleh Andri Suherman, salah satu perwakilan pimpinan PT Honda Mitra Jatiasih. Pukul 17.00  dialog antara kedua belah pihakpun berlangsung.

Setelah dilakukan konfirmasi, Heru, Komandan Batalyon Mawil LPI Bekasi Raya membenarkan adanya instruksi dari pimpinan  agar seluruh karyawan yang mayoritas beragama Islam diwajibkan mengenakan topi Santaclause dalam rangka memperingati hari raya Natal.

“Ada (pemaksaan) tapi pegawainya dibungkam supaya kaga cerita (kepada halayak umum). Ada ancaman denda Rp. 200,000  kalo tidak pake atribut Natal”, terangnya.

Usai mendapat masukan dari FPI  melalui mediasi antara kedua pihak, akhirnya  manajemen bersedia mencabut instruksi yang dinilai mengandung unsur pemaksaan dan  intoleransi tersebut. FPI juga meminta kepada Andri Suherman untuk membuat surat pernyataan di atas materai bahwa pihaknya  tidak lagi memaksa karyawan muslim untuk mengenakan atribut Natal.