azki Des 10, 2016

BataraNews.com– Jendral TNI (Purn) Tyasno Sudarto Tokoh Meliter Indonesia menyebutkan bahwa Tuduhan makar kepada Ahmad Dhani, Ratna Sarumpeat, Rachmawati Soekarnoputri, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha, Eko Suryo Santjojo, Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen, Firza Husein, Sri Bintang Pamungkas dan Alvin Indra Al Fariz TIDAK BENAR.

Penangkapan 11 Aktifis politik oleh polisi ini dilakukan pada hari jum’at Desember 2016, penangkapan ini bertepatan dengan gerakan Bela Islam 212. Mereka dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Tyasno Sudarto Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini menjelaskan “ Makar itu ada syarat-saratnya selain rencana. Syaratnya punya kekuatan massa, kekuatan politik, kekuatan senjata, kekuatan militer, kekuatan uang/dana, bahkan kekuatan luar negri/ asing”

Jadi Ibu Rahmawati dkk itu punya gagasan/ idea untuk memperbaiki keadaan NKRI tersebut dengan mengembalikan sistim Negara kepada PANCASILA dan UUD 1945 yang asli, serta mengganti pemerintahan yang benar-benar Pancasilais. Itu BUKAN MAKAR sama sekali, sama sekali bukan”. Unkap mantan Pangdam IV/Diponegoro ini.

Lebih spisifik Tyasnno Sudarto menegaskan terkait polemik yang jalankan oleh pemerintah tentang upaya makar “Menurut saya Amandemen UUD 1945 itulah MAKAR terhadap NKRI. (Fahad Hasan)