BataraNews.com – Warga DKI Jakarta diharapkan tidak terpengaruh dengan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) menjelang pemilihan gubernur (pilgub) yang akan berlangsung pada Februari 2017. Warga diminta mengedepankan rasionalitas dalam menentukan pilihan, dengan melihat kekuatan figur dan program kerja para pasangan cagub dan cawagub yang akan bertarung kelak.

Seruan itu disampaikan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif dan Direktur Eksekutif Abdurrahman Wahid Centre Ahmad Suaedy, dilansir berita satu, Jakarta, Kamis (13/10). “Demokrasi harus dijunjung tinggi, bukan SARA. Visi misi calon di pilkadalah yang harus diutamakan,” kata Syafii Maarif.

Secara khusus, dia menyikapi permintaan maaf yang telah disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terkait pernyataannya yang memicu kontroversi, dan ditafsirkan telah menistakan agama. Menurut Syafii, kontroversi pernyataan Ahok sebaiknya diakhiri dan tidak perlu diperpanjang, apalagi dibawa ke ranah hukum. “Setelah Ahok meminta maaf, tidak perlu diperpanjang lagi, dan sebaiknya dipandang selesai. Tidak perlu dilanjutkan ke ranah hukum,” pintanya.

Dia pun mengingatkan agar pasangan calon dalam pilkada bisa bertanding fair, tidak melakukan kampanye hitam, dan lebih sensitif dengan menghindarkan diri dari pernyataan yang berpotensi memicu sentimen SARA. “Siapa yang menang kita dukung semua. Tujuannya untuk Jakarta yang lebih baik,” ucapnya.(fir)