BataraNews.com – Bakal Calon Presiden Amerika Serikat dari partai Republik, Donald Trumph mengunjungi para pendukungnya di San Diego pada jumat kemarin.

Pertemuan Trumph dengan para pendukungnya  digelar secara tertutup di Convention Center di tengah maraknya para pengunjuk rasa anti Trumph.

Lebih dari 1000 orang demonstran berkumpul diluar pertemuan tersebut mengibarkan bendera Amerika Serikat dan bendera Meksiko sambil meneriakkan yel-yel anti Trumph.

San Diego merupakan kota yang dekat sekali dengan perbatasan USA dan negara Meksiko. Setiap harinya tidak kurang ada 300.000 orang bolak-balik ke perbatasan tersebut secara legal.

Selama pertemuan Trumph dan para pendukungnya berlangsung di dalam gedung, salah satu demonstran yang dari tadi berunjuk rasa mulai meleparkan botol-botol bekas mineral ke arah para Polisi yang menjaganya. Efeknya, demonstran tersebut ditangkap Polisi dan yang lain dihalau menjauh dari gedung.

Setelah pertemuan Trumph selesai dan pendukungny bubar, mereka bertemu dijalan-jalan dengan para demonstran. Aksi saling lempar botol tidak dapat dielakkan.

Polisi Anti Huru-hara segera bertindak cepat dan membubarkan kerumunan demonstran dan para pendukung Trumph.

Salah satu Polisi San Diego, mencuit statusnya setelah kejadian tersebut,” 35 orang demonstran ditahan dan tidak ada kerusakan dan accident selama kejadian berlangsung ”

Tidak lama kemudian, Trumph membalas cuitan tersebut dengan mengatakan,”Pekerjaan yang bagus untuk mengamankan kami dari gangguan para demonstran selama acara berlangsung.”

Trumph dalam kampanyenya sering menyerukan akan membuat dinding pembatas antara perbatasan AS – Meksiko dan akan mendeportasi 11 juta imigran gelap yang tinggal di Amerika Serikat bila ia terpilih jadi Presiden Amerika Serikat. (reuters)