Terkenal Ramah dan Santun serta disegani, Godaan Uang Tetap Mengalahkan Hakim Tipikor ini

Spread the love

BataraNews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tujuh orang tersangka setelah menggelar operasi tangkap tangan di Bengkulu, Senin (23/5/2016).

Dua di antara tersangka tersebut, yakni Janner Purba dan Toton adalah hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Bengkulu.

Janner dan Toton ditangkap karena diduga menerima suap terkait perkara korupsi yang sedang ditangani keduanya di Pengadilan Tipikor.

Perkara yang dimaksud adalah kasus korupsi penyalahgunaan honor dewan pembina RSUD M Yunus di Bengkulu, untuk tahun anggaran 2011.

“Uang yang diterima hakim diduga untuk memengaruhi putusan sidang yang sebenarnya akan digelar hari ini,” ujar Yuyuk- Pelaksana Harian Kepala Biro – dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Pemberi suap kepada Janner dan Toton tidak lain adalah dua orang terdakwa dalam persidangan terkait korupsi di RSUD M Yunus.

Simanjuntak,pejabat humas PN Pematangsiantar, seperti dilansir laman kompas, menjelaskan, awalnya Janner akan dipromosikan sebagai ketua PN Kisaran pada akhir Mei 2016 ini.

“Beliau tugas di sini sejak tahun 2010 hingga 2013. Masih kuingat dulu perpisahannya akhir tahun 2013 lalu. Dia naik jabatan jadi wakil kepala Pengadilan Negeri Kapahiang, tak lama kemudian dia jadi Kepala Pengadilan Negeri Kapahiang,” terangnya.

Tertangkapnya Janner Purba oleh KPK membuat teman-teman sesama profesi sebagai hakim di PN Pematangsiantar terkejut.

“Merasa sangat terkejut atas kabar penangkapan Kepala Pengadilan Negeri Kapahiang, Janner Purba, yang merupakan mantan hakim di Pengadilan Negeri Siantar,” ujarnya.

Janner Purba selama bertugas tiga tahun di Pematangsiantar dikenal cukup baik dan tak ada yang mengeluhkan soal kinerjanya dalam menangani perkara.

“Beliau itu terkenal baik selama menjadi hakim di sini. Sebagai hakim senior dia memberikan panutan yang baik bagi hakim yang junior di sini. Saat kami dengar kabar itu, terkejut kami. Kok bisa. Dan, selama bertugas di PN Siantar tak pernah ada yang mengeluhkan kinerjanya, dari atasan maupun dari Mahkamah Agung belum pernah saya dengar menegur beliau,” terangnya.

Menurut Simanjuntak, Janner Purba juga memiliki pribadi yang santun dan sangat menjaga sikap terhadap teman-temannya sesama hakim.

“Santun kalau ngomong. Hubungan beliau kepada sesama hakim senior pun sangat baik, ramah lagi orangnya,” katanya.