BataraNews.com – Aceh Tenggara. Akibat kualitas yang buruk,  akhirnya pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara (Agara) melakukan pemanggilan terhadap pihak rekanan yang bertanggungjawab penuh atas pengerjaan dan pembangunan Gedung DPRK setempat yang baru saja di tempati.

Pemanggilan pihak rekanan ini terkait dengan kualitas pekerjaan terhadap gedung senilai lebih dari Rp18 miliar tersebut, seperti diakui Ketua Komisi C DPRK Agara, Felik Subiyanto ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis  (19/5) bahwa pihak Dewan telah melakukan memanggil pihak rekanan yang mengerjakan gedung.

Hal ini papar Felik, yang juga didampingi anggota Komisi C lainnya, menyangkut dengan kondisi bangunan gedung yang baru ditempati tersebut, dan pada kesempatan pertemuan dengan pihak rekanan yang dilakukan belum lama ini pihak dewan meminta agar kondisi bangunan diperbaiki khususnya dibagian
yang rusak, seperti halnya bagian flavon yang telah bolong, bagian kamar mandi dan intalasi air.

Tegas Ketua Komisi C didepan anggotanya, bahwa pihak DPRK khususnya Komisi C yang membidangi pembangunan sangat menyayangkan kondisi dan kualitas bangunan yang dikerjakan oleh PT Rasi Konsolindo tersebut.

Kekecewaan pihak DPRK ini mengigat pembangunan gedung yang telah menelan dana belasan miliar ini dianggap tak singkron dengan kualitas gedung, “Dan ini sudah kita minta untuk diperbaiki, karena kita juga kecewa dengan kondisi gedung yang bagus tetapi kualitasnya  yang kurang,”sebut Felik juga diamini anggota komisi.

Namun sejauh ini tambah Felik, pihak rekanan mulai melakukan perbaikan secara priodik, diantaranya sejumlah kamar yang diangap rusak telah diperbaiki dan instalasi listrik, “yang lain kita lihat belum, mungkin dilakukan secara priodik,”kata Felik.

Seperti pemberitaan di sejumlah media  sebelumnya bahwa, pembangunan gedung berlantai dua ini diduga bermasalah dan tak sesuai bastek, pasalnya bagian langit-langit (plafon) bangunan yang dikerjakan oleh PT Rosi Kosolindo ini mulai bolong dan bagian dinding bangunan juga terlihat mulai retak.

Terjadinya kejanggalan terhadap kualitas bangunan senilai sekitar Rp18 miliar ini juga dicium oleh pihak Komisi C DPRK, yang akhirnya hal ini disampaikan kepada Ketua DPRK Aceh Tenggara, Irwandi Desky.

Kendati kerusakan-kerusakan yang tengah terjadi pada bagian bangunan Gedung DPRK tersebut tak sampai menganggu aktivitas dewan perwakilan rakyat, namun singkronisasi antara besarnya anggaran yang tersedot dengan kondisi ini masih terus menjadi sorotan media.

Hinga berita ini diturunkan terlihat bagian flavon bangunan yang terbuat dari bahan gibsun ini masih ada yang bolong yang diduga rapuh akibat tetesan air pada langit bangunan, Sejumlah unit kamar mandi khususnya dibagian lantai dua juga tak berfungsi dan bahkan sarana dikamar mandi juga terlihat mulai rusak.(Bul Sekedang)