Miris, jadi Korban keisengan temannya, anak SD ini mendadak lumpuh

Spread the love

BataraNews.com – Ana Amelia, siswa kelas III Sekolah Dasar Mangkang Wetan 02, Kota Semarang, hanya terbaring lemah sejak satu bulan terakhir. Sebagian besar tubuhnya tidak bisa bergerak, sehingga ia tak bisa lagi mengikuti pelajaran di sekolahnya.

31 Maret 2016 lalu, ia dijahili teman sekelasnya, saat hendak duduk di kursi. Tiga temannya bekerja sama menarik kursi Amelia sehingga ia pun terjatuh ke lantai. Akibatnya, muncul rasa ngilu yang dialaminya, namun aktivitasnya masih normal seperti biasa. Dua hari kemudian, ia mulai merasakan sebagian badannya terasa kaku.

“Awalnya biasa, masih bisa main dan sekolah. Namun, dua hari kemudian, dia mulai sakit, hingga hari ini seperti ini,” kata Indah Cahyani (37), ibu kandung Amelia, dikutip dari Kompas.com Senin (2/5/2016).

Amelia anak dari pasangan Tukiran dan Indah cahyani, yang merupakan keluarga miskin. Mereka tinggal dirumah kayu yang hanya berlantai tanah di Jalan Gotong Royong RT 01/RW 03, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

“Anak saya dibawa ke Rumah Sakit Tugu empat hari, kemudian dipindah ke RS Kariadi sebelas hari. Ini pulang rawat jalan,” ungkap Indah.

Disekolahnya, Amelia dikenal sebagai anak yang ramah oleh teman-temannya. Ia sering menghabiskan waktu bermain bersama kawan-kawannya. Namun Amelia belum mau menceritakan kronologis peristiwa yang dialaminya itu.

Biaya perjalanan perawatan ke rumah sakit telah ditanggung yayasan sosial di Semarang. Biaya pengobatan pun ditanggung oleh negara karena keluarga ini telah memiliki kartu jaminan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Sedangkan ketiga teman Amelia yang menjahilinya, juga patungan membantu biaya pengobatan.

“Saat ini masih rawat jalan di RS Kariadi. Jadwalnya setiap Jumat dan Senin,” kata Sukaini.

Sejumlah siswa dan guru pun kerap mendatangi rumah Amelia untuk memberi semangat dan bantuan. Mereka berharap, Amelia segera sembuh dan menanti kehadirannya di sekolah.

Ana hanya satu potret korban bulying atau perpeloncoan di sekolah. Perlu pengawasan penuh, baik orang tua maupun tenaga pengajar untuk menanamkan pendidikan moral sejak dini.

Sebarkan berita ini agar anak anda lebih berhati-hati dalam bermain dengan temannya.