Misteri Penyakit Tha’un

Spread the love

BataraNews.com – Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam kitabnya Zaadul Ma’aad (IV/37) berkata, “Tha’un adalah sejenis wabah penyakit. Menurut ahli medis, tha’un adalah pembengkakan kronis dan ganas, sangat panas dan nyeri hingga melewat batas pembengkakan sehingga kulit yang ada di sekitarnya bisa berubah menjadi hitam, hijau, atau berwarna buram dan cepat bernanah. Biasanya pembengkakan ini muncul di tiga tempat: Ketiak, belakang telinga, puncak hidung dan disekitar daging lunak.”

Kemudian ada juga yang mengatakan bahwa Wabah Tha’un itu semacam Wabah penyakit Kolera yang sangat mematikan, hingga tidak ada satu dokterpun yang mampu  menjumpai obat yang mujarab untuk kesembuhannya.

Penyakit Tha’un dapat menular secara cepat, maka bagi suatu daerah yang terkena wabah Tha’un ini, maka daerah tersebut beserta penduduknya tidak boleh ada yang keluar sampai wabah penyakit ini hilang. Seperti perintah Rasulullah dalam hadits berikut :

dalam As-Shahih, Imam Muslim (Radliallaahu ‘anh), meriwayatkan sedikit penggambaran tentang Wabah Tho’un, beliau meriwayatkan dari Abdulloh bin Maslamah (Abdurrahman Al-Haritsy) sarat dengan perawinya bahwa Rasul Saw pernah bersabda:

الطاعون آية الرجز ابتلى الله عز وجل به ناسا من عباده فإذا سمعتم به فلا تدخلوا عليه وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تفروا منه

Wabah Tha’un adalah suatu ayat, tanda kekuasaan Alloh Azza Wajall yang sangat menyakitkan, yang ditimpakan kepada orang-orang dari hambaNya. Jika kalian mendengar berita dengan adanya wabah Tha’un, maka jangan sekali-kali memasuki daerahnya, jika Tha’un telah terjadi pada suatu daerah dan kalian disana, maka janganlah kalian keluar darinya.

Penyakit Tha’un antara Azab dan Rahmat

Ternyata dibalik kengerian penyakit tha’un ini terdapat rahmat Allah Swt yang besar bagi si penderitanya. Hal ini tertuang dalam hadits-hadits berikut ini.

Penyakit Azab

Pada suatu hari ada seorang yang bertanya kepada sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas di hadapan sahabat Usamah bin Zaid tentang penyakit (wabah) tha’un, maka sahabat Usamah bin Zaid mengabarkan bahwa Rasulullah SAW. pernah menjelaskan tentang hal itu dengan sabdanya: “Sesungguhnya penyakit ini adalah kotoran yang dengannya Allah mengadzab sebagian umat sebelum kalian, kemudian tersisa di bumi, kadangkala ia hilang dan kadangkala ia datang kembali.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)

terdapat didalam hadits shahih,”ia (tho’un) adalah sisa adzab yang dikirimkan kepada Bani Israil.”

Disebutkan pula didalam sebuah hadits,”Ia (tho’un) adalah penyakit disebabkan musuh kalian dari kalangan jin.” (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 10246)

Berpahala Syahid jika bersabar ketika terkena Penyakit ini

Didalam riwayat Bukhori dari Aisyah berkata,”Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang tho’un. Lalu Nabi Allah swt memberitahu bahwa ia adalah suatu adzab yang dikirim Allah kepada orang yang dikehendaki-Nya lalu Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seorang hamba menderita penyakit tho’un lalu dia menetap di negerinya dengan kesabaran serta mengetahui bahwa tidaklah suatu musibah menimpa dirinya kecuali telah ditetapkan Allah atasnya kecuali dia akan diberikan ganjaran seperti ganjaran syahid.”

Diriwayatkan dari Aisyah r.a,dari Nabi saw. bersabda, “Mati karena mengidap penyakit thaun termasuk syahidnya umatku karena akibat tusukan musuh kalian dari kalangan jin. Dan tapal seperti tapalan unta yang tumbuh di pangkal-pangkal kaki dan marraq (kulit tipis yang ada di bawah perut). Barangsiapa yang meninggal karena karena mengidap penyakit itu maka ia mati syahid dan barangsiapa tetap tinggal di daerah tersebut maka ia seperti orang yang sedang berjaga-jaga dalam jihad fi sabilillah dan barangsiapa yang lari dari daerah tersebut maka ia seperti seorang yang lari dari perang,” (Hasan,lihat kitab ash-Shahihah [1928]).

Rasulullah bersabda , ”Mati syahid selain terbunuh di jalan Allah ada tujuh, yaitu: orang yang meninggal karena terkena penyakit tha’un  adalah  syahid, orang yg mati tenggelam adalah syahid, orang yg meninggal karena sakit radang selaput dada adalah syahid, orang meninggal karena sakit perut adalah syahid, orang yg terbakar adalah syahid, & orang yg meninggal terkena reruntuhan adalah syahid, serta seorang wanita yg meninggal dalam keadaan hamil adalah syahid. [HR. Abudaud No.2704].

Adapun mengapa kematian dikarenakan penyakit tho’un dianggap syahid sebagaimana kematian dikarenakan peperangan? Selain hadits-hadits diatas, maka ia juga disebutkan didalam riwayat Ahmad dengan sanad hasan dari ‘Utbah bin Abdus Sulamiy,”Didatangkan orang-orang yang syahid dan juga orang-orang yang mati karena penyakit tho’un. Lalu orang-orang yang (mati) karena penyakit tho’un mengatakan,’Kami adalah para syuhada (orang-orang yang syahid).’ Lalu dikatakan,”Lihatlah… jika luka-luka mereka seperti luka-luka yang diderita para syuhada dengan mengalirkan darah dan mengeluarkan bau kesturi maka mereka adalah syuhada, dan itu pun terdapat pada mereka (para penderita tho’un).”