azki Apr 12, 2016

BataraNews.com  – Kondisi miris warga beberapa desa di Ponorogo, Jawa Timur, yang dijuluki sebagai “kampung idiot” disorot media asing. Warga di kampung Sidoharjo, Karangpatihan dan Krebet itu menderita keterbelakangan fisik yang mirip Down Syndrom.

Ada ratusan warga yang mengalami derita. Para pejabat pemerintah lokal dan penduduk desa menganggap warga “kampung idiot” itu imbas dari incest (perkawinan sedarah), kekurangan gizi, dan kekurangan yodium.

Mereka hidup di bawah garis kemiskinan dengan penghasilan keluarga hanya sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 per bulan. Banyak warga yang juga menderita malnutrisi, lumpuh, dan gangguan pendengaran dan penglihatan.

 

Kondisi ini kian terkenal setelah media luar negeri meliput kampung tersebut dan diberitakan. Misalnya, Media asing, Daily Mail, dalam pemberitaannya hari Senin (28/3/2016) juga menyoroti derita lebih dari 400 warga di Ponorogo, Jawa Timur, yang menderita cacat psikososial. Banyak dari mereka hidup di bawah garis kemiskinan.

Para warga yang hidup dengan penyakit mental terbelenggu di lantai. Ada juga yang dikurung di dalam kamar gelap, yang tak ubahnya seperti penjara.

Media yang berbasis di Inggris itu juga menerbitkan foto-foto kondisi miris dari “Kampung Idiot” di Ponorogo. Simus, 60, warga Desa Krebet yang hidup dengan Down Syndrom menghabiskan hari-harinya dengan membungkuk di rumah gelap yang sarat dengan karpet tipis dan daun.

Kondisi tak jauh beda dialami Dwi Sarnawati, 19, yang juga hidup dengan Down Syndrom. Mereka hidup di keluarga dengan penghasilan antara Rp400 ribu hingga Rp700 ribu per bulan.

Melihat kondisi miris seperti ini, pemerintah harus bertindak cepat  dalam mengatasi persoalan sosial ini. Daripada membangun proyek-proyek besar yang hanya menguntungkan segelintir orang saja, alangkah lebih baiknya membangun proyek-proyek yang lebih memperhatikan kesejahteraan rakyatnya secara merata baik di kota maupun di desa.

Tidak menutup kemungkinan, dari  1 kampung idiot seperti kasus ini akan tumbuh kampung-kampung idiot lainnya di negeri  ini karena kegagalan pemerintah dalam mengelola Negara. Naudzu Billahi Min dzaalik.