Aksi Demo HMI Di Depan Gedung DPRK Aceh Tenggara  Ricuh

Spread the love

Bataranews.com – Kutacane, Aceh Tenggara. Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Muslim Indonesia (HMI) Aceh Tenggara menggelar aksi demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat  (DPRK) setempat,Kamis (17/3).

Para pengunjuk rasa menuntut pihak balai besar taman nasional gunung leuser (BBTNGL) untuk
membebaskan lima orang petani yang saat ini masih mendekam di tahanan Polda Aceh.

Dengan membakar sejumlah ban bekas, aksi demo yang digelar sejak pukul 10.00 wib itu , berakhir   bentrokan  dengan petugas  , bahkan  sempat terjadi baku hantam dengan petugas kepolisian yang berjaga, namun tidak ada korban akibat bentrokan ini, dengan kesigapan petugas keadaan dapat dipulihkan kembali kendati masiswa ini melanjutkan orasinya di bawah teriknya panas matahari .

Sesaat Sebelumya, para pengunjuk rasa  mendatangi kantor Bupati setempat yang bertepatan dengan acara pembukaan sosialisasi pengamanan kawasan taman nasional gunung leuser bersama Pemda setempat, namun dengan hadangan ratusan petugas kepolisian  dan satpol PP yang telah siaga, para pengunjuk rasa bergerak keluar dengan berjalan kaki menuju gedung DPRK yang berjarak hanya 2,5 KM tepatnya di pusat kota Kutacane, Aceh Tenggara.

Petani GL Dalam orasi yang dipimpin oleh Awaludin bersama orator Ramadhan ini , meminta pembebasan dan mencabut tuntutan BBTNGL terhadap kelima petani kawasan kaki gunung leuser yang di tangkap Polda Aceh, karena kelima petani dituding merusak fasilitas umum pada saat memperjuangkan hak mereka.

Selanjutnya , para pengunjuk rasa memberikan ultimatum kepada pihak BBTNGL apabila tuntutan mereka tidak di indahkan, mahasiswa ini akan menurunkan massa yang lebih besar bersama seluruh petani di kawasan Gunung Leuser.

Pada waktu bersamaan, puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) juga menggelar aksi menuntut keadilan hak petani Aceh Tenggara, atas penindasan yang dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Kamis (17/16), di depan gedung Polda Aceh, Banda Aceh.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi, para mahasiswa meminta untuk menghentikan penebangan dan penggusuran terhadap tanaman perkebunan milik masyarakat di kawasan kaki Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL), dan juga meminta pembebasan petani yang ditahan oleh pihak kepolisian Daerah Aceh, hal ini di karenakan  Masyarakat  tersebut hanya menggantungkan nasib mereka pada lahan kawasan kaki Gunung leuser.(Bul)