Hari ini Jasa Transportasi berbasis Online Kembali di Demo

Spread the love

BataraNews.com.Jakarta – Hari ini pengemudi kendaraan umum di Jakarta menggelar demo menuntut agar aplikasi ojek/mobil online ditutup. Demo tersebut rencananya akan dilakukan di tiga titik utama yakni balaikota untuk ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Istana Negara yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Komunikasi dan Informasi yang ditujukan kepada Menteri Rudiantara.

Karena itu Polda Metro Jaya melakukan pengamanan jalan dengan mengalihkan sebagian arus jalan yang menuju ketiga titik tersebut. Menurut Kepala Sub Direktorat Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto rencana pengalihan arus tersebut sedang mereka siapkan apabila terjadi kepadatan lalu lintas, karena saat ini pendemo sedang berada di depan Balai kota.

“Rencananya sekitar 2 ribuan supir turun ke jalan untuk demo. Berbagai angkutan kopaja, taksi, mikrolet KWK, sampai bajaj,” kata Ketua DPD Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/3/2016) malam.

Shafruhan mengatakan aspirasi ribuan sopir ini karena keberadaan Taxi Uber atau Grab Car yang dinilai transportasi ilegal. Keberadaan transportasi dengan aplikasi online ini membuat pendapatan para sopir angkutan menurun.

“Ini dampak Taxi Uber, Grab Car yang meresahkan para supir. Ini sudah dilaporkan ke Polda. Organda DKI sudah melapor sejak 2015,” tuturnya.

Persatuan Pengemudi Angkutan Darat atau PPAD dalam demonya menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya mengenai keberadaan angkutan Ilegal menggunakan plat hitam yang di fasilitasi oleh perusahaan jasa aplikasi.

Massa pendemo juga akan mendesak agar pemerintah segera mengeluarkan Perpres atau Inpres yang mengatur mengenai persoalan transportasi yang sebelumnya diatur oleh UU Nomor 2 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.