BataraNews.com – Mantan petenis nomor satu dunia, Maria Sharapova, akhirnya mengeluarkan pernyataan mengejutkan, di Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (7/3) malam waktu setempat.

Ia mengakui gagal melewati pemeriksaan tes doping pada Australia Terbuka. Petenis asal Rusia ini positif mengonsumsi meldonium, zat yang ia gunakan sejak 2006 silam.

Juara lima kali Grand Slam itu pun untuk sementara diskors yang mulai berlaku 12 Maret nanti, menyusul kegagalan tes obat-obatan yang dilaluinya.

“Saya gagal dalam tes dan saya bertanggung jawab penuh” ujar petenis yang pernah mencatat prestasi fenomenal menjuarai Wimbledon 2004 pada usia ke-17, seperti dikutip BBC.

“Selama 10 tahun belakangan ini, saya menggunakan obat yang dinamakan mildronate atas saran dokter saya,” kata Sharapova.

Hingga akhirnya beberapa hari lalu, ia mengaku terkejut saat menerima surat dari federasi tenis internasional (ITF). “Saya baru tahu bahwa obat yang saya gunakan merupakan nama lain dari meldonium, yang saya tidak ketahui sebelumnya,” ujar petenis berusia 28 tahun tersebut.

Sharapova menyerahkan sampel kepada lembaga anti-doping pada 26 Januari lalu, sehari setelah ia kalah dari Serena Williams di perempat final Australia Terbuka kategori tunggal wanita.

Kemudian, agen anti-doping dunia (Wada) melakukan analisis sampel tersebut dan menemukan terdapat meldonin, yang menyebabkan petenis dunia itu dituntut sejak 2 Maret.

“Sangat penting bagi Anda untuk mengerti bahwa selama 10 tahun obat-obatan yang saya gunakan tersebut tidak ada dalam daftar yang dilarang Wada dan saya menggunakan itu sejak 10 tahun lalu,” tutur Sharapova mencoba membela dirinya terkait kasus tersebut.

“Tapi sejak 1 Januari, aturannya berubah dan meldonium menjadi zat terlarang yang mana tidak saya ketahui.”

Sharapova juga baru menerima surat elektronik dari Wada soal pemberitahuan perubahan itu pada 22 Desember. “Mereka mencantumkan semua daftar obat-obatan terlarang, tapi saya tidak meng-click tautan dalam email tersebut,” ujarnya.

“Saya membuat kesalahan besar, saya membiarkan fan kecewa. Saya telah merusak olahraga yang sudah saya cintai sejak usia empat tahun.”