Dokter klaim dapat obati kebutaan

Spread the love

BataraNews.com – Seorang dokter di Florida, Amerika Serikat, mengklaim telah menemukan obat kebutaan. Jeffrey Weiss, dokter mata yang pernah menjadi pengajar di Universitas Harvard, mengaku telah menyembuhkan lebih dari 100 yang mengalami kebutaan.

Weiss, seperti dilansir dari Medical Daily, menggunakan cara penyuntikan sel punca yang berasal dari sumsum tulang pasiennya.

Saat ini dia tidak berafiliasi dengan universitas atau lembaga pemerintah manapun, namun telah melakukan pengobatan itu kepada 278 pasien buta.

Penggunaan sel punca untuk mengobati kebutaan memang bukan ide baru. Tahun lalu, peneliti dari Inggris mulai melakukan uji klinis pengobatan sel punca embrio untuk mengobati pasien yang menderita degenerasi makula mata karena faktor usia, yang dapat menyebabkan kebutaan.

Namun, apa yang dilakukan Weiss ternyata dinilai kontroversial karena dilakukan dengan cara yang tidak lazim.

Dia tidak menguji teori sel puncanya itu pada hewan terlebih dahulu di laboratorium ataupun melakukan uji klinis lainnya. Tak hanya itu, Weiss juga tidak menjanjikan kesembuhan untuk pasiennya. Apa yang mereka lihat adalah apa yang mereka dapatkan.

Seorang perempuan bernama Vanna Belton nekat menjadi salah satu pasien Weiss. Ia membayar US$20ribu atau setara dengan Rp260 juta untuk menjalani prosedur operasi sel punca.

Belton didiagnosa menderita radang saraf optik pada tahun 2009, sesaat setelah ia kehilangan penglihatannya tiba-tiba. Meskipun didiagnosa menderita penyakit tersebut, namun dokter tidak bisa memastikan penyebab Belton kehilangan penglihatannya.

Saat prosedur operasi sel punca Wiess, sumsum tulang Belton diambil dari pinggul. Weiss dan tim medisnya kemudian menggunakan mesin untuk memisahkan dan mengumpulkan sel punca yang kemudian disuntikkan ke mata Belton.

Pasca pengobatan, Belton mengaku penglihatannya meningkat secara dramatis. Namun, dokter Alexis G. Malkin yang menangani Belton sebelum dan sesudah pengobatannya dengan Weiss mengatakan penglihatannya tidak kembali dengan sempurna. Dan pada dasarnya Belton masih buta.

Weiss sendiri pun tidak bisa menjelaskan kenapa pengobatannya bisa bekerja. Menurutnya, biar hasil yang berbicara.

“Kita juga tidak pernah tahu kenapa penisilin bisa bekerja selama ini, tapi ternyata penisilin sudah berhasil menyelamatkan nyawa orang,” kata Weiss.