BataraNews.com – Walikota Bandung Ridwan Kamil mengusulkan harga jual plastik kemasan yang menjadi program kantong berbayar dilego pada angka Rp2 ribu per kantong.

Pria yang akrab dipanggil Emil ini mengungkapkan, dengan harga jual Rp2 ribu per kantong akan membiasakan masyarakat untuk menyadari pentingnya budaya hemat kantung plastik dan kebersihan.

“Tapi bagi saya yang pentingnya itu bukan plastik berbayarnya, tapi melatih budaya baru seperti nenek kita kalau pergi belanja bawa tas sendiri. Kalau kepepet gak bawa tas sendiri, baru bayar,” ujar Emil usai menghadiri acara Indonesia Summits 2016 di Jakarta, Kamis (25/2).

Seperti diketahui, menyusul penerapan program kantung berbayar saat ini plastik pembungkus yang kerap diberikan di toko swalayan (minimarket) dilego pada angka Rp200 per kantong.

Dari yang dijadwalkan, uji coba program ini akan dilaksanakan hingga Juni 2016 dalam rangka menekan penggunaan kantong plastik yang menjadi alasan utama dari permasalahan kotornya lingkungan.

Menanggapi program tersebut, Emil berpendapat sudah seyogyanya pemerintah daerah turut mendorong pelaksanaan program ini.

“Kalau kita mah sudah lama yah ada tas bagus, tas bagus itu kampanye tas belanja yg dibawa sendiri, kan begitu. Kemudian kita salah satu kota pertama yang kampanye plastik berbayar,” imbuhnya.

Asal tahu saja, mengacu data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia tercatat masuk dalam peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke Laut setelah Tiongkok.

Hal ini berkaitan dengan data dari KLHK yang menyebut plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun terhitung dapat mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik.

Yang memprihatinkan, jumlah ini setara dengan luasan 65,7 hektare kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepak bola. Padahal KLHK sendiri menargetkan pengurangan sampah plastik lebih dari 1,9 juta ton hingga 2019.

“Sampah kita komposisi utamanya 60 persen organik, plastiknya 14 persen,” ujar Dirjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih.

Masih mengacu data KLHK, jumlah sampah Indonesia di 2019 pun akan mencapai 68 juta ton, di mana sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada.

Berangkat dari fenomena ini, target pengurangan timbunan sampah secara keseluruhan sampai dengan 2019 adalah 25 persen. Sedangkan 75 persen penanganan sampahnya dengan cara ‘composting’ dan daur ulang bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).