BataraNews.com – Seberapa banyakkah Anda menggunakan data Internet per bulan untuk seluruh anggota keluarga? Internet bisa dijangkau dengan berbagai cara, mulai dari WiFi, mobile Internet, warnet, pemakaian di kantor, penggunaan di tempat-tempat lain seperti hotel dan tentu saja di rumah.

Untuk penggunaan Internet di rumah ini, biasanya pelanggan memilih berlangganan layanan Internet jaringan tetap atau fixed broadband karena mempunyai kecepatan dan stabilitas koneksi yang lebih baik. Kelebihan lainnya, pelanggan lebih leluasa dalam menggunakan berbagai layanan berbasis Internet karena tidak dibatasi oleh kuota pemakaian. Tapi tunggu dulu, benarkah tak ada batasan?

Ada satu mekanisme yang diterapkan oleh para penyelenggara layanan fixed broadband, yakni Fair Usage Policy (FUP). Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan FUP dan kenapa FUP diterapkan?

Fair Usage Policy merupakan kebijakan pemakaian yang diciptakan untuk melindungi pengguna yang wajar (normal user) dari pemanfaatan pemakaian berlebihan (tidak wajar) oleh pengguna berat (heavy user). Negara-negara lain seperti: Amerika, Jepang, dan Malaysia telah menerapkan FUP, demikian juga operator-operator di Indonesia.

Kenapa perlu FUP?

Biasanya Heavy User menyalahgunakan fasilitas unlimited yang diberikan untuk bisnis warnet atau download untuk bisnis film/games bajakan sehingga pemakaian mereka menjadi tidak wajar dan berakibat mengganggu rasa keadilan dan kenyamanan bagi pengguna lain yang membayar dengan tarif yang sama. Bahkan ada juga pelanggan yang menjual kembali layanan Internet kepada tetangga–tetangga di sekitarnya.

TELKOM melalui layanan IndiHome juga menerapkan kebijakan FUP ini. Sebagai contoh untuk layanan 10 Mbps, IndiHome memberikan fair usage 300 GB atau setara nonton film kualitas SD selama 1800 jam atau kurang lebih 1200 film. Sebagai perbandingan, FUP di negeri jiran Malaysia adalah 120 GB.

Untuk layanan IndiHome, setelah FUP tercapai, konektivitas Internet masih cukup bagus pada kecepatan 7,5 Mbps. Fair usage sebesar 300 GB tersebut tidak termasuk penggunaan UseeTV karena layanan ini bebas FUP.

Dari hasil trial yang dilakukan, tidak ada pelanggan yang komplain karena terkena FUP. “Yang komplain ternyata mereka yang melakukan resell seperti warnet dan mini operator tanpa lisensi,” ujar Dian Rachmawan, Direktur Consumer TELKOM, sambil tersenyum ramah.

Pelanggan tak perlu khawatir dengan batasan FUP ini karena sangat longgar dan mereka hampir tidak pernah melampaui batasan FUP tersebut.

Lalu apakah FUP ini akan membatasi streaming?

Streaming video melalui Internet memang memakan bandwidth yang besar dan akan boros apabila streaming dilakukan melalui server di luar negeri. Untuk itu, TELKOM menyediakan platform Video OTT (Over-The-Top), sehingga sama sekali tidak akan menggunakan batasan FUP pelanggan.

IndiHome adalah layanan Triple Play: Play pertama adalah Internet, Play kedua adalah Phone dan Play ketiga adalah Video UseeTV (hybrid IPTV dan OTT). Platform paid streaming/streaming berbayar Video On Demand seperti Netflix, iFlix, CatchPlay, dan HOOQ di samping free streaming seperti YouTube bisa berada pada platform Video UseeTV (play ke dua). Konten-konten tersebut akan semakin memudahkan pelanggan dalam menikmati berbagai layanan video streaming, selain konten UseeTV yang sudah ada.

Saat ini TELKOM sedang mengembangkan platform hybrid OTT di samping IPTV yang sudah ada terlebih dahulu. Layanan ini direncanakan akan diimplementasikan pada semester kedua 2016. Pengembangan platform ini akan menghemat bandwidth ke luar negeri dan meningkatkan trafik Internet di dalam negeri. (sai/sai)