Jan 28, 2016

BataraNews.com – Kenal Marie Antoinette? Dia adalah bini Louis XVI raja Perancis yang digulingkan oleh Revolusi. Marie Antoinette berasal dari Austria. Pada jaman itu, sangat biasa kaum aristokrat saling kawin antar-negara. Sama biasanya mereka berperang satu sama lain.

Sebagaimana umumnya aristokrat, mereka mengisolasi diri dalam tembok istana. Mereka tidak merasakan kehidupan masyarakat kebanyakan. Mereka hidup dalam dunianya sendiri — dunia yang mewah, penuh basa-basi dan sopan santun, serta serba tidak berkekurangan.

Cerita yang populer tentang Marie Antoinette adalah ketika ia mendapat laporan bahwa diluar tembok istana rakyat kelaparan. Mereka tidak punya lagi roti untuk dimakan. Kabarnya, jawaban Marie Antoinette adalah “Qu’ils mangent de la brioche.” Terjemahan kasarnya, ‘Kalo gitu, biar mereka makan kue saja.’

Rupa-rupanya arwah Marie Antoinette ini menitis ke Indonesia. Bisalah dikatakan bahwa titisannya itu adalah juga seorang arsitokrat. Kakeknya pernah menjadi presiden. Begitu juga emaknya. Babenya pernah menjadi orang yang sangat berpengaruh dan kabarnya menjadi ‘king maker’ atau tukang memuluskan urusan apa saja dalam sistem kenegaraan Indonesia.

Dia sendiri sudah digadang-gadang oleh emaknya dan para pendukung emaknya untuk menjadi presiden. Ketika ada presiden dari partainya, dia dengan mudah dititipkan untuk jabatan Menteri Koordinator. Sementra, presidennya tetap dianggap sebagai ‘petugas partai’ oleh emaknya yang kebetulan juga pemimpin partai itu.

Melihat latar belakang itu, cepat atau lambat, karakter Marie Antoinette itu muncul juga. Kebetulan dia muncul di Bali, daerah yang dalam imajinasi pimpinan PDIP adalah wilayah basis partai ini. Gubernur Bali mengeluh harga beras semakin mahal dan tidak terjangkau rakyat miskin. Untuk itu, si gubernur minta agar jatah beras untuk rakyat miskin (Raskin) dinaikkan.

Marie Antoinette Indonesia ini mengatakan bahwa pemerintah tidak punya rencana untuk menaikkan jatah Raskin ini.

Dan kemudian, muncullah ujaran ini,“Jangan banyak-banyak makan lah, diet sedikit tidak apa-apa.”

Orang yang hidupnya pepak dengan makanan tentu tidak pernah merasakan bagaimana rasanya kelaparan.

“Qu’ils mangent de la brioche … Kalo gitu, biar mereka makan kue saja.”

“Jangan banyak-banyak makan lah, diet sedikit tidak apa-apa.” (Puan Maharani).

Penulis: Made Supriatma