Kini Penderita Diabetes Didominasi Anak Muda

Spread the love

BataraNews.com– Diabetes Mellitus, atau sering dikenal Kencing Manis tidak bisa disepelekan. Sekali kena, maka seumur hidup harus menanggung dampaknya. Penyakit ini belum bisa disembuhkan karena tergolong degeneratif juga bersifat kronis.
Ironisnya, penyakit yang bisa menurunkan fungsi-fungsi organ dalam tubuh penderitanya itu saat ini paling banyak diderita kalangan anak muda.Dokter penyakit dalam RS H Adam Malik Medan dr Mardianto Sp PD-KEMD menyampaikan, diabetes tipe 2 kini telah banyak menyerang anak muda.

Diabetes tak tidak mengenal usia, bahkan usia balita pun memeiliki resiko besar.
“Anak muda atau anak-anak kecil yang terserang biasanya karena lifestyle, atau gaya hidup di samping faktor genetik. Anak sudah dibiasakan makan dengan porsi banyak, namun bergeraknya kurang. Tempat wisata ke mall, kalau sudah di mall pasti wisata kuliner,” kata Mardianto, Rabu (20/1).

diabetes2Pola makan yang tidak sehat juga dapat membuat pankreas rusak dan itulah yang menyebabkan timbulnya diabetes. “Pankreas kehilangan kemampuan memproduksi dan melepaskan insulin sesuai dengan kadar normal tubuh, tubuh tidak menggunakan insulin sebagaimana seharusnya dan gula darah naik,” katanya.

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) wilayah Sumatera Utara (Sumut) ini juga mengatakan, dari pengamatannya populasi anak yang gemuk di Kota Medan lebih banyak. “Nah kalau dari kecil sudah gemuk kemudian remaja gak ada perubahan maka itu yang berisiko. Diabetes tipe 2 itu karena gaya hidup, dan 95 persen karena faktor kegemukan,” ujarnya.

Orang yang gemuk, katanya kelebihan cadangan energi. “Makanya banyak makan serat, atur kebutuhan, dan semua seimbang baik kalori dan karbohidrat dan lainnya,” katanya.

Untuk gejala, banyak masyarakat yang menganggap remeh dan tidak menyadari bila hal tersebut adalah gejala diabetes. Diabetes sering kali tidak menampakkan gejala yang khusus, sehingga banyak yang terlambat dan akhirnya komplikasi.

“Gejala itu ada klasik dan non klasik, kalau klasik itu biasanya sering kencing, terutama saat malam hari, mudah lapar, dan sering merasa haus dan terjadi penurunan berat badan secara drastis. Sementara non klasik diantaranya, sering kesemutan, gangguan pada mata dan lainnya. Ini semua sering kali tidak disadari oleh para penderitanya,” katanya.

Sebelumnya, Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH,MKes, mengatakan RS yang menjadi pusat rujukan ini melayani sebanyak 2.817 pasien rawat jalan sepanjang Desember 2015.

Dari jumlah tersebut, pasien diabetes menjadi peringkat pertama sebanyak 548 kunjungan. “Pasien diabetes yang datang tak disangkal adalah mayoritas usia 40 ke atas, namun diantaranya ada yang sudah komplikasi lantaran sudah terserang sejak lama,” tambah Edison. (prawira)

MedanBisnis