BataraNews.com – Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr Djaali memecat Ketua BEM UNJ, Ronny Setiawan. Tindakan ini menimbulkan gejolak di kalangan mahasiswa UNJ, bahkan hingga mahasiswa di luar kampus berjaket almamater hijau itu.

CaptureDalam Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Jakarta Nomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Sebagai Mahasiwa Universitas Negeri Jakarta, disebutkan sejumlah alasan pemecatan Ronny, khususnya di sub Menimbang, poin c, d dan e.

c. bahwa melakukan kejahatan yang tergolong sebagai perbuatan kejahatan berbasis teknologi dan penghasutan yang dapat mengganggu ketentraman dan pelaksanaan program yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta dapat diberikan sanksi kode etik mahasiswa;

d. bahwa Saudara Rony Setiawan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UNJ yang telah melakukan tindakan yang tergolong sebagai perbuatan kejahatan berbasis teknologi, pencemaran nama baik dan tindakan penghasutan yang dapat mengganggu ketentraman dan pelaksanaan program yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta;

e. bahwa Saudara Rony Setiawan dalam kapasitasnya sebagai Ketua BEM UNJ telah menyampaikan surat kepada Rektor UNJ yang bernada ancaman;

Atas alasan itulah, Rektor UNJ Prof Djaali memecat Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan sekaligus mengeluarkannya dari bangku perkuliahan UNJ terhitung sejak 4 Januari 2016.

Pemecatan Ronny sendiri ditanggapi dengan dukungan dari berbagai elemen mahasiswa. Bahkan, lini masa media sosial seperti Twitter dibanjiri posting-an bernada dukungan untuk sang presiden mahasiswa tersebut.