13/01/2016 7:19 PM
Spread the love

BataraNews.com – Anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Kabupaten Lebak, Banten yang menghilang misterius itu berkeinginan kehidupan yang lebih baik sehingga melakukan hijrah atau pindah ke tempat yang lain.

“Kami menerima pesan dari keluarga Muhaemin (45), Suharnimah (40), Nandar (30) dan Maman (45), mereka bergabung dengan Gafatar ingin kehidupan yang lebih baik dan mati jaminan surga,” kata Deden (17) warga Cibungur Pasir Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak, Rabu (13/1).

Deden yang keponakan Muhaemin, Suharnimah dan Nandar mengatakan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, para anggota Gafatar wajib melaksanakan hijrah atau pindah ke tempat yang lain.

Selain itu, kepergian mereka tidak boleh ditangisi, juga tak boleh diketahui oleh orangtua, keluarga maupun tetangga.

Karena itu, mereka meninggalkan kampung halaman tanpa kabar maupun pesan kepada orang yang dicintainya.

Di samping itu, ajaran Gafatar tidak mewajibkan melaksanakan shalat lima waktu maupun puasa Ramadhan, serta tidak mengakui Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, jika salam mewajibkan mengucapkan “Salam Sejahtera” dan dijawab kembali “Damai Sejahtera”.

“Kami mengetahui ajaran Gafatar itu pernah mengikuti pengajian di Tangerang dan Cimarga,” katanya.

Menurut dia, selama ini pamannya yang menghilang sejak tiga bulan lalu belum menghubungi kabar berita kepada saudaranya.

Saat ini, rumah kediaman anggota Gafatar di Desa Rangkasbitung Timur sudah dijual ke orang lain berikut perabotan rumah tangga.

“Kami berharap pamannya itu kembali ke ajaran yang benar dan bisa berkumpul dengan anggota keluarga lainnya,” katanya.

Yusi (50), warga Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak mengharapkan kepolisian bisa mengungkap anggota keluarganya yang menjadi anggota Gafatar ditemukan, seperti Dr Rika.

Sebab, ibu kandungnya bernama Jasih (75) diajak oleh adiknya Maman untuk bergabung Gafatar.

“Kami tidak mengetahui ibunya bergabung Gafatar atas rujukan adiknya dengan alasan jika meninggal masuk surga,” katanya.

Sementara Sakib (80) mengaku dirinya bingung karena tiga anaknya dan 10 cucu bergabung Gafatar dan kini menghilang tanpa pemberitahuan kepada orang tua maupun saudara bersangkutan.

Ketiga anaknya itu Muhaemin, Suharnimah dan Nandar, bahkan Muhaemin berstatus PNS di lingkungan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lebak.

“Kami sebagai orangtua berharap anaknya itu bisa kembali ke ajaran yang benar, karena mereka sudah dinasehati, namun bersikeras mempertahankan ajaran sesat itu,” katanya.