Jumlah Penduduk Miskin Meningkat di Tahun 2015

Spread the love

BataraNews.com – Dari tahun ke tahun, meski rakyat kerap mendengar ‘berita baik’ tentang pertumbuhan ekonomi yang positif, rezim tak pernah mampu mengubah fakta angka kemiskinan. Kesimpulannya, tak pernah beranjak ke angka yang lebh menggembirakan.

Tahun 2015, konon disebut tahun Kambing Kayu yang katanya mendatangkan keberuntungan dan kemakmuran, telah berlalu. Namun di tahun yang baru ini, tampaknya Indonesia harus kembali membuka lembaran baru untuk soal kemiskinan. Satu catatan merah yang ditorehkan Indonesia di tahun 2015 lalu adalah jumlah penduduk miskin yang ternyata malah bertambah.

Badan Pusat Statistik punya bukti yang menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia ternyata bertambah banyak di tahun 2015 ini ketimbang catatan penduduk miskin di tahun 2014 silam. Berikut dua bukti statistik yang menunjukkan jumlah penduduk miskin Indoensia meningkat di tahun 2015:

1. 28,51 juta Penduduk Miskin Per-September 2015

Berdasarkan hitungan statistik yang dilakukan oleh BPS, jumlah penduduk miskin Indonesia per September 2015 mencapai 28,51 juta orang, jumlah ini bertambah 780 ribu orang dibanding September 2014 sebanyak 27,73 juta orang.

Untuk menentukan kategori penduduk miskin, BPS menggunakan garis kemiskinan sebesar Rp. 344.809 per kapita per bulan per bulan September 2015 untuk menentukan jumlah penduduk miskin Indonesia di tahun 2015 ini. Dari sisi geografis, jumlah penduduk miskin paling banyak mendominasi di pulau Jawa sebesar 15,31 juta jiwa. Sementara sisanya tersebar di Sumatera sebesar 6,31 juta jiwa, Bali dan Nusa Tenggara 2,18 juta jiwa, pulau Sulawesi 2,19 juta jiwa, Maluku sebanyak 1,53 juta jiwa, dan Kalimantan 0,99 juta jiwa.

2. Harga Barang Naik dan Inflasi Tinggi

Selain menghitung bukti statistik peningkatan jumlah penduduk miskin Indoenesia, BPS pun melakukan prediksi penyebab meningkatnya kemiskinan Indonesia ini. Menurut asumsi BPS yang diterjemahkan dalam angka-angka statistik, faktor penyebab meningkatnya kemiskinan Indonesia tahun 2015 adalah: kenaikan harga bahan bakar minyak pada November 2014, inflasi periode September 2014 ke Maret 2015 terekam tinggi, sebesar 4,03 persen, dengan laju inflasi pedesaan periode September 2014-Maret 2015 sebesar 4,4 persen, Begitu juga dengan harga beras pada periode tersebut yang mengalami penigkatan 14,48 persen menjadi Rp 13.089 per kilogram pada Maret 2015. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2015 juga melemah 1,34 persen dibanding September 2014.

Kesimpulannya, jika dibandingkan antara September 2014 hingga September 2015 jumlah penduduk miskin Indonesia bertambah sejumlah 0,78 juta jiwa. (Sumber: act.id)