BataraNews.com – Sosok yang satu ini, kerap membuat pernyataan kontroversi terkait ajaran Islam. Dialah Ulil Abshar Abdala, pimpinan Jaringan Islam Liberal (JIL). Ulil dikenal aktif di media sosial terutama Twitter. Kicauan Ulil sempat menggegerkan lini masa karena menyebut boleh nikah beda agama.

“Menurut pendapat saya, nikah beda agama diperbolehkan oleh Islam. Tentu ini dlm interpretasi saya,” tulis @ulil.

Selain itu, Ulil juga aktif menulis dan menjadi pembicara dibeberapa seminar yang dihadirinya. Namanya kian dikenal pasca menulis artikel diharian Kompas pada 18 November 2001.

“SAYA meletakkan Islam pertama-tama sebagai sebuah “organisme” yang hidup; sebuah agama yang berkembang sesuai dengan denyut nadi perkembangan manusia. Islam bukan sebuah monumen mati yang dipahat pada abad ke-7 Masehi, lalu dianggap sebagai “patung” indah yang tak boleh disentuh tangan sejarah”

Tak hanya itu, berbagai pernyataan Ulil yang lain tak kalah mengundang kontroversi. Ia menyebut Islam Nusantara mengakui Syiah sebagai bagian agama Islam yang sah.

“Ciri Islam Nusantara: tidak memusuhi Syiah. Dan menganggap mereka bagian sah dari umat Islam. Beda dengan Islam Wahabi atau simpatisannya,” kata Ulil yang disampaikan di akun twitternya @ulil tadi malam, Jumat (27/6/2015).

Namun, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai lain sosok Ulil. “Sebagaimana kita ketahui, Ulil dikenal sebagai tokoh pembawa paham Islam liberal,” kata Menag di Bandung pada Selasa malam (14/10/2015).

Menurut Menag, Ulil tidak semata-mata mengusung paham tersebut, sebab ia telah melewati tahap penafsiran yang berdasarkan nash dan teks Alquran. Jika kemudian hasil penafsiran dan pemikirannya itu menimbulkan kontroversi di masyarakat, itu seharusnya disikapi dengan bijak.

Bagaimana dengan pendapat kalian tentang sosok Ulil Abshar Abdala?