BataraNews.com – Inilah salah satu hasil bumi Gaza Palestina, hasil Pertanian petani Gaza yaitu buah Strawberry, merah, besar dan manis. Sebelum tahun 1960-an, hasil pertanian Gaza seperti buah Zaitun, buah Tin, Anggur, Strawberry, dan sayur-mayur dapat di ekspor ke negara Eropa, Mesir, Jordan, dan lain-lain.

Tetapi kini, untuk menopang kehidupan warga Palestina saja sulit. Hal itu terjadi karena pihak Yahudi yang dikawal oleh militer Israel sering menggusur lahan pertanian, membakar pohon zaitun dan tindakan kriminal lainnya.

Tiga tahun lalu, penulis pernah mendatangi lahan petani buah Zaitun dan pabrik pengolahan Minyak Zaitun hingga ke pedagang Minyak Zaitun di Gaza. Ternyata Zaitun asal tanah Palestina memiliki kwalitas Nomor Wahid se-dunia. Permintaan dari negara-negara lain pun tinggi, hingga para petani Palestina emengalami masa kejayaan dan kemakmuran di sekitar tahun 1950.

Kini, untuk memasok warga Gaza saja sangat terbatas dan sulit karena perkebunan luas yang dipenuh pohon Zaitun di Gaza pada tahun 2000 sudah di gusur oleh militer Yahudi.

Kendati demikian, keberkahan Allah SWT tetap tercurah bagi tanah Palestina. Bukti dengan masih adanya buah Strawberry, Semangka, dan Anggur, meski dengan jumlah yang terbatas.

Harga Strawberry di Gaza 4 Sheqel (IDR Rp.13.000)

Dalam transaksi  jual beli di Palestina, masih menggunakan mata uang Israel, yaitu Sheqel/ILS=Israeli Sheqel. Sejak tahun 1935, mata uang Palestina (Pound Palestina) hilang atau dihapus dari peredarannya oleh Pemerintah Yahudi. Kemudian diganti dengan mata uang Israel. Maka, Palestina tidak hanya di jajah tanah dan hak mereka, tetapi juga terjadi monopoli ekonomi.

Di Gaza sendiri yang masih di blokade israel, bahan dagangan yang dapat dipasok Gaza hanya melalui Israel. Warga Israel berdagang dan meraup keuntungan dari blokade atas Gaza, Palestina. Walau demikian, tidak sedikit dari aktivis di Gaza dan di seluruh Palestina berusaha untuk memboikot produk israel dan Amerika. Boikot produk Israel dan Amerika adalah salah satu langkah untuk menekan kedzaliman pemerintah Israel atas rakyat Palestina.

Satu produk yang dibeli, sama halnya telah berdonasi kepada pemerintah Israel. Dengan uang tersebut, mereka membeli peralatan perang seperti peluru, dan lain-lain, untuk membantai anak-anak dan wanita Gaza, Palestina.

Seperti saat ini, sejak awal oktober 2015 hingga kini, sudah 114 warga Palestina Gugur dan lebih dari 14.000 luka-luka akibat ditembak oleh militer Israel dalam perlawanan Intifadha III.

Penulis: Abdillah Onim
Jurnalis Gaza, Palestina
Sumber: BataraNews