Spread the love

BataraNews.com – Kasus Pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla oleh Ketua DPR Setya Novanto tengah ditangani oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Dalam persidangan MKD, bukti berupa rekaman suara diputar.

Banyak hal terungkap saat rekaman suara yang diduga milik pengusaha minyak Riza Chalid diperdengarkan. Riza menyebut Presiden Jokowi sempat dimaki-maki oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Menurut rekaman tersebut, Megawati memaki Jokowi karena menolak pengangkatan Budi Gunawan (BG) sebagai Kepala Polisi (Kapolri).

Dari isi rekaman yang diduga merupakan suara Riza itu disebutkan, kejadian itu berlangsung di Solo. Elite parpol Koalisi Indonesia Hebat (KIH) juga hadir saat kejadian tersebut.

“Di Solo ada‚Ķ ada Surya Paloh, ada si Pak Wiranto, pokoknya koalisi mereka. Dimaki-maki, Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo. Dia tolak BG,” demikian suara yang diduga Riza seperti dalam rekaman yang diperdengarkan di sidang MKD, Rabu (2/12/2015).

Pada Februari lalu, Presiden Jokowi memang sempat mengusulkan BG sebagai Kapolri. Tetapi setelah BG ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jokowi pun membatalkan pencalonan BG, kendati Komisi III telah meloloskan Budi dalam fit and proper test.

Presiden Jokowi pun akhirnya membatalkan pelantikan Budi dan mengusulkan Badrodin Haiti sebagai calon kepala Polri yang baru.

Presiden mengatakan, pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri telah menimbulkan perbedaan pendapat di masyarakat. Dalam rekaman, suara yang diduga Riza itu mengaku heran dengan keberanian Jokowi itu.

“Gila itu, sarap itu. Padahal, ini orang baik kekuatannya apa, kok sampai seleher melawan Megawati,” ucap suara yang diduga Riza.
Tak hanya itu, dia pun menyinggung peran mantan ajudan Megawati itu dalam memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014.

“Padahal, pada waktu pilpres, kita mesti menang, Pak. Kita mesti menang Pak dari Prabowo ini. Kalian operasi, simpul-simpulnya Babimnas. Bapak ahlinya, saya tahu saya tahu itu,” ucap suara yang diduga Riza.

“Babimnas itu bergerak atas gerakannya BG sama Pak Syafruddin. Syafruddin itu Propam. Polda-polda diminta untuk bergerak ke sana. Rusaklah kita punya di lapangan,” ucapnya.