Spread the love

BataraNews.com – Sedikitnya 1.500 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang berada di Malaysia dan beberapa negara lainnya, bekerja secara ilegal.

Bahkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pamekasan mencatat, selama kurun waktu 2015, hanya ada satu TKI yang berangkat secara resmi (legal) ke Malaysia.

TKI tersebut berjenis kelamin perempuan yang berasal dari Kecamatan Pademawu dan bekerja sebagai pelayan elektronik di negeri jiran Malaysia, setelah sebelumnya mendapatkan pelatihan.

”Dari ribuan warga Pamekasan yang bekerja di luar negeri, selama tahun 2015 hanya ada satu orang yang berangkat secara legal,” Kata Kabid Pentalatas Dinsosnakertrans Pamekasan, Supardi, Rabu (2/11/2015).

Padahal menurut Supardi, jika para tenaga kerja berangkat secara resmi akan mendapatkan pelatihan keterampilan sebelum terbang ke negara yang dituju. Pelatihan tersebut tentunya menjadi bekal untuk bekerja.

”Misalnya negara yang dituju menggunakan bahasa yang berbeda, maka tenaga kerja akan mendapatkan pelatihan bahasa negara tersebut agar bisa langsung berkomunikasi,” imbuh Supardi.

Meski yang bekerja secara ilegal lebih banyak, tenaga kerja yang dideportasi dari luar negeri selama kurun waktu 2015 hanya satu orang, karena tidak bisa menunjukkan izin tinggal.