Nov 30, 2015

BataraNews.com – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem, Patrice Rio Capella resmi ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi penanganan perkara Bantuan Sosial (Bansos) Sumatera Utara (Sumut) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 Oktober 2015.

Rio diduga menerima sejumlah uang terkait penanganan perkara di Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung. Dihadapan Hakim, Rio mengakui menerima Rp 200 juta. Kasus yang menjerat Rio merupakan pengembangan dari kasus yang menimpa Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan isterinya, Evy Susanti.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Rio pun mundur dari posisi Sekjen Partai Nasdem sekaligus anggota DPR RI.

Sebelum bergabung dengan Nasdem, Rio pernah bergabung di Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan dirinya pernah menjadi Ketua Fraksi PAN DPRD Bengkulu periode 2002-2004.

Karir politik Rio Capella bermula ketika ikut mendirikan PAN untuk wilayah Bengkulu, sekaligus menjadi Bendahara DPW PAN Bengkulu tahun 1999-2000.

Pada Pemilu 2005 lalu, Rio pernah menjadi calon Wakil Gubernur Bengkulu berpasangan dengan Kol. Inf. Muslihan, namun gagal.

Karir politik pria kelahiran Bengkulu, 16 April 1969 ini makin cemerlang semenjak bergabung di partai Nasdem sejak tahun 2011.

Rio Capella kini tengah menjalani proses hukum atas kasus suap Bansos Sumut. Tetapi sebelum dirinya terjerat kasus korupsi, Rio pernah nyinyir kasus korupsi yang menjerat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishqak melalui akun Twitter @RioCapella1969

IMG_20151130_161523

Redaksi BataraNews

Sumber: Wikipedia