BataraNews.com – Bakal calon presiden utama dari Partai Republik Donald Trump kembali melakukan aksi kontroversial dengan menghina umat Muslim dunia.

“Di seluruh dunia, kaum muslim benar-benar liar,” kata Trump, dalam kampanye di Sarasota, Florida, Amerika Serikat, seperti dilansir Minggu (29/11/2015).

Dalam kesempatan itu, Trump mengulangi lagi pernyataannya ketika melihat ribuan warga muslim Jersey City malah bergembira atas serangan teror 11 September 2001 ke Menara Kembar World Trade Center di Manhattan, New York.

Trump mengklaim pandangannya tentang keliaran orang-orang muslim itu juga diakui sejalan dengan pandangan banyak orang di dunia. Setelah serangan teror di Paris, retorika antimuslim Trump semakin kuat.

Konglomerat properti itu menjadi salah satu calon dari kubu Republik yang paling skeptis terhadap keberadaan kaum muslim di AS. Bahkan kepada seorang wartawan dia mengaku tidak akan menentang pembuatan database nasional yang melacak seluruh warga muslim di AS.

Untuk menguatkan pendapatnya soal muslim itu, Trump mengutipkan sebuah artikel Washington Post pada 2001, yang menulis pihak berwajib menahan sejumlah orang di Jersey City karena dianggap malah merayakan ambruknya WTC. Penulis artikel ini adalah Serge Kovaleski yang kini difabel dan bekerja untuk New York Times.

Artikel The Post itu sendiri tidak menyebutkan tuduhan pihak berwajib itu terbuktikan, sedangkan Kovaleski si penulis merasa tidak melaporkan ratusan ribu orang merayakan ambruknya WTC.

Namun, Trump justru mengejek Kovaleski dengan menirukan posisi tangan kanan sang wartawan yang cacat. Popularitas Trump sendiri kian anjlok, kendati tetap di atas. Hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan dalam lima hari terakhir ini popularitas Trump anjlok 12 poin menjadi 31 persen.

Sumber: Antara