BataraNews.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengurungkan niat membantu biaya pengobatan Reki Gading Mahesa (9) yang menderita gizi buruk di RSUD Koja. Ahok curiga neneknya yang bernama Tumiah, sengaja memanfaatkan kondisi Reki untuk mendapat bantuan.

“Saya tanya, anaknya lahir sehat enggak? Sehat 3,7 kilo. Berarti ini ada kesalahan gizi buruk dari kecil. Terus dia pernah enggak masuk puskesmas kita rawat? Pernah 2 kali. Ini aja dia mau minta pulang. Kenapa minta pulang? Saya langsung tebak, ‘Ibu suka dapet bantuan dari yayasan ya, gara-gara cucu anda seperti ini kondisinya’,” ujar Ahok di RSUD Koja, Jl Deli No 4 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/11/2015).

“Dia bilang, ‘Iya Pak, dari mana-mana saja saya terima bantuan. Cuma suami saya lagi kena stroke juga, susah’. Saya rawat ini,” sambungnya.

Adapun yang menjadi alasan Tumiah meminta agar cucunya bisa segera dibawa pulang agar bisa merawat suaminya. Namun Ahok menolak dan bersikukuh meminta agar Reki tetap dirawat di RSUD Koja.

“Ini enggak ada yang jagain. Siapa bilang enggak ada yang jagain? Ini ada suster. Bila perlu bawa saja suaminya ke sini. (Reki tetap) dirawat, makanya saya bilang dia (Tumiah) selalu mau narik cucunya,” tegas Ahok.

Padahal menurut Ahok lebih enak dirawat di rumah sakit karena benar-benar dilayani oleh perawat. Mulai dari makanan dan seprei, digantikan bajunya dan sebagainya.

“Saya enggak tahu, saya curiga seperti itu. Makanya saya tanya, berapa dia dapat bantuan? Tadi saya sudah bawa uang, jujur saja. Begitu saya tanya gitu, lihat kondisi nenek gitu langsung bilang sama ajudan, enggak usah kasih, kita urus saja anaknya,” terangnya.

Ahok meminta pihak RSUD Koja tetap merawat Reki hingga membaik. Sebab saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

“Itu sudah ditangani karena sekarang saking lemahnya (Reki) sudah kena infeksi paru-paru,” tutup Ahok. (Detikcom)