Spread the love

BataraNews.com – Partai Demokrat disebut memanfaatkan kadernya yang menjadi Menteri ESDM Jero Wacik saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden dengan menggunakan dana operasional kementerian untuk membiayai acara konferensi pers Partai di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.

Hal itu diungkapkan Petugas bagian penagihan kredit dan invoice di Hotel Dharmawangsa, Suharto yang menjadi saksi dalam persidangan kasus Jero di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2015) malam.

Ia mengatakan uang Kementerian ESDM yang dipakai oleh Jero mencapai nominal ratusan juta rupiah, termasuk untuk menyelenggarakan acara pribadinya.

“Tanggal 24 April 2013 itu Rp524 juta untuk ulang tahun Pak Menteri. Ada bayar konferensi pers Partai Demokrat juga Rp 30 juta,” katanya di hadapan majelis hakim.

Dalam kesaksiannya, ia menambahkan sebagian tagihan penyelenggaraan acara tersebut belum dibayar hingga sekarang.

“Ada beberapa yang belum lunas sekitar Rp163 juta sekian. Sudah dikirim ke Ibu Lisna tapi dikembalikan. Acara Partai Demokrat juga belum lunas,” ujarnya.

Diketahui, bekas Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Jero Wacik didakwa telah memerintahkan anak buahnya mengumpulkan uang untuk membiayai sejumlah acara pribadinya. Salah satu kegiatan yang dibiayai dari dana tersebut adalah pesta ulang tahun Jero dan istrinya, Treisna Wacik.

Atas perbuatannya, Jero terancam pidana pelanggaran Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.